SWA rilis perusahaan publik pencetak cuan tertinggi bagi investor

SWA Media merilis perusahaan publik yang mampu mencetak nilai tambah berupa cuan atau kekayaaan tertinggi bagi investor saham mereka, meski di tengah krisis akibat pandemi COVID-19.

"Mereka adalah perusahaan publik yang memberikan kekayaan bagi pemegang saham dalam lima tahun terakhir," kata Chief Editor SWA Media Group, Kemal E Gani, pada sambutan webinar dan penghargaan "SWA 100: Perusahaan Pencetak Cuan Tertinggi bagi Investor Publik" yang dilakukan secara hibrid, di Jakarta, Kamis.

Perusahaan publik tersebut, lanjutnya, dinilai dengan pendekatan Wealth Added Index (WAI). Semakin tinggi (positif) nilai WAI, kata dia, maka makin bagus kinerja sahamnya dan menjadi pendongkrak kekayaan investornya (wealth generator). Sebaliknya, jika skor WAI rendah atau negatif, maka prospek saham tersebut suram atau menjadi wealth destroyer.

Nilai WAI diperoleh dengan menghitung total nilai imbal hasil perusahaan (Total Shareholder Return/TSR) selama lima tahun, kemudian dikurangi dengan biaya ekuitas (Cost of Equity/CoE), dan selisihnya dikalikan dengan nilai kapitalisasi pasar pada awal periode perhitungan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per April 2022, jumlah investor saham mencapai 8,62 juta orang, naik 15,11 persen dibandingkan tahun 2021 sekitar 7,48 juta orang.

Tahun ini SWA, kata dia, kembali mengadakan penilaian SWA 100 bagi perusahaan publik yang terdaftar di BEI. "Total kapitalisasi pasar 100 perusahaan tersebut pada akhir 2021 tercatat Rp 5.742 triliun, naik 7,5 persen dibandingkan akhir 2020 (Rp 5.340 triliun)," kata Kemal.

"Menariknya dari ratusan emiten, ternyata ada 27 perusahaan yang mampu mencetak WAI positif, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya 13 perusahaan.
Mereka sebelumnya tidak masuk dalam SWA 100 karena kapitalisasi pasarnya di tahun 2016 masih di bawah 100 besar," katanya.

Adapun 10 besar perusahaan yang mencetak WAI positif tahun 2022 adalah Merdeka Copper Gold, Bank Raya Indonesia, Barito Pacific Timber, Harum Energy, BFI Finance Indonesia, Fajar Surya Wisesa, Indo Tambangraya Megah, Bank Sinarmas, Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Timah. Sementara emiten lain yang WAI-nya positif di antaranya PT Solusi Tunas Pratama Tbk dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk.

Perbankan disebut mendominasi daftar perusahaan SWA 100 tahun 2022 yang mencetak WAI positif, disamping sektor material dan energi. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menyebut sektor perbankan berkilau karena Indonesia diuntungkan dengan kondisi solidnya fundamental ekonomi yang mendorong pertumbuhan kredit

"Perusahaan-perusahaan yang mencetak WAI positif ciri-cirinya antara lain memiliki orientasi kegiatan bisnis konglomerasi, memiliki kegiatan bisnis yang terintegrasi dan harus menjadi perusahaan yang berkelanjutan dengan konsep. Jika tidak meningkatkan kapitalisasi pasarnya, paling tidak bisa menjaganya agar tidak turun," kata Analis Lembaga Pusat Penelitian Ekonomi & Investasi Lucky Bayu Purnomo ​​​​​​menambahkan​

Pada webinar tersebut dua petinggi perusahaan peraih WAI positif yaitu Managing Director PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Tbk Sutanto Hartanto dan
Direktur PT Golden Energy Mines Tbk Suhendra berbagi pengalaman dalam diskusi "Bangkit dari Pandemi, Cetak Kekayaan bagi Investor."

Kemudian Executive Director Stern Value Management Martin Swarz memaparkan "Methodology and Overview of Best Wealth Creators Ranking." Ia mengatakan agar perusahaan Indonesia terus meningkatkan kinerjanya, terutama pascapandemi, maka tiga hal yang perlu dilakukan.

Pertama, menavigasi situasi geopolitik yang sensitif. Kedua, melindungi diri mereka sendiri atau mencari keuntungan dari adanya potensi resesi di seluruh dunia. Ketiga, meningkatkan perencanaan permintaan internal dan proses pengadaan untuk mengatasi kemacetan rantai pasokan yang berkelanjutan.

"Potensi resesi dunia merupakan hambatan besar, terutama bagi perusahaan material dan sumber daya alam, meskipun ada beberapa peluang mengingat situasi geopolitik di Eropa dan Asia dengan AS dan China," katanya.

Baca juga: BRI jadi perusahaan publik paling bernilai di Indonesia versi Forbes
Baca juga: Empat BUMN masuk daftar perusahaan publik terbesar dunia versi Forbes
Baca juga: BCA bakal adakan Wealth Summit 2022 guna tingkatkan kesadaran keuangan