Swiss tawarkan kerja sama peningkatan SDM dengan Kadin Jatim

Lembaga swasta asal Swiss, Swisscontact yang secara independen bergerak di bidang peningkatan skill atau keahlian sumber daya manusia (SDM) menawarkan kerja sama peningkatan SDM dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto di Surabaya, Senin, mengatakan tawaran itu muncul ketika Technical Advisor dVET System Development Swisscontact, Josef Tschoep melakukan kunjungan ke Kadin Jatim.

"Mereka datang ke sini, selain ingin mengetahui Kadin Jatim, kunjungan juga ditujukan untuk menawarkan kerja sama dalam peningkatan skill atau keahlian SDM," kata Adik.

Adik mengaku siap menyambut baik tawaran tersebut, sebab hal ini selaras dengan kerja sama sebelumnya yang dilakukan antara Kadin Jatim dengan pihak IHK Trier Jerman dalam mengimplementasikan program vokasi dual system, untuk pelatihan pelatih tenaga kerja.

Ia berharap kerja sama yang akan terjalin dengan Swisscontact mampu membantu Kadin Jatim melakukan percepatan dalam peningkatan skill SDM Jatim.

"Karena pelatihan yang kami lakukan bersama Jerman sangat terbatas, hanya sebanyak lima kali dalam setahun dan dalam satu kali pelatihan dibatasi 20 peserta, 10 peserta dari industri dan 10 peserta dari sekolah. Kalau menurut kami ini sangat kurang. Dan kerja sama dengan Swisscontact ini kami harap bisa mewujudkan percepatan," katanya.

Perwakilan Swisscontact, Josef Tschoep mengatakan sejauh ini Swisscontact telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya dengan Politeknik di sejumlah daerah.

Di antaranya Politeknik Industri Logam di Morowali Sulawesi Tengah, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kendal Jawa Tengah, Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Komunitas Industri manufaktur Bantaeng Sulawesi Selatan.

Josef mengatakan, potensi yang bisa dikerjasamakan dengan Kadin Jatim adalah pengembangan metode Development Curriculum (DCUM) untuk mengembangkan kurikulum berbasis industri.

"Ini untuk menghasilkan master trainer, dan potensi kedua adalah sharing keilmuan dan In Company Training (In CT) yang nantinya akan disesuaikan dengan sektor yang dibutuhkan Kadin Jatim," katanya.

Ia berharap, melalui kerja sama yang akan terjalin, nantinya bisa mendukung dan membantu Kadin Jatim untuk mengembangkan pelatihan vokasi yang berbasis kebutuhan industri.

"Karena kami memiliki visi sama, maka akan lebih mudah ketika kerja sama dengan Kadin Jatim sehingga kami tidak harus mendatangi perusahaan satu per satu," katanya.

Baca juga: Kadin Jatim jajaki kerja sama alih teknologi pertanian dengan AS
Baca juga: Apindo Jatim dorong munculnya inkubator bisnis di Gresik
Baca juga: Kadin Jatim dorong Petrokimia Gresik cari sumber baru bahan baku pupuk

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel