Syahrian Abimanyu Sudah Jadi Incaran Johor Darul Ta'zim Sejak 3 Tahun Lalu

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Surabaya - Klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta'zim (JDT), resmi merekrut gelandang muda Indonesia, Syahrian Abimanyu, Rabu (23/12/2020). Pemain yang karib disapa Abi itu menjadi pemain Indonesia pertama yang bergabung bersama JDT.

Ayah dari Syahrian Abimanyu yang juga asisten pelatih Madura United, Rasiman, mengungkapkan bahwa JDT sudah lama mengincar pemain berusia 21 tahun tersebut. Menurutnya, tawaran dari klub raksasa Malaysia itu sudah datang dari tiga tahun lalu, ketika Abi masih berstatus sebagai pemain Sriwijaya FC.

"Proses perekrutan ini panjang. Ketika awal momen Abi bergabung bersama Sriwijaya FC, sudah ada tawaran. Namun, ketika itu Abi sempat mengalami cedera panjang sehingga prosesnya tertunda," ujar Rasiman kepada Bola.com, Rabu (23/12/2020) sore.

Syahrian Abimanyu menrupakan pemain yang tampil secara reguler bersama beberapa Timnas Indonesia kelompok usia. Ia mengawalinya dengan menjadi pemain Timnas Indonesia U-16, U-19, hingga kini di Timnas Indonesia U-22.

Gelandang kelahiran Banjarnegara itu memulai karier profesional dengan membela Sriwijaya FC pada musim 2018. Ketika Abi bermain di sana, sang ayah juga berada di sana sebagai asisten pelatih. Sayang, Laskar Wong Kito terdegradasi pada akhir musim.

Syahrian Abimanyu lantas pindah ke Madura United sejak awal musim 2019. Kebetulan, sang ayah sudah lebih dulu menjadi asisten pelatih sejak tengah musim 2018. Dua musim bersama Laskar Sape Kerap, Abi mampu membukukan 20 penampilan bersaing dengan gelandang senior lain.

Ikut Membantu Perekrutan Sang Anak

Rasiman, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)
Rasiman, pelatih Madura United. (Bola.com/Aditya Wany)

Kontrak Syahrian Abimanyu bersama Madura United sudah berakhir pada 9 Desember 2020. Pada momen inilah, Johor Darul Ta'zim datang mengirim tawaran. Klub kolektor tujuh gelar Malaysia Super League itu tidak perlu mengeluarkan biaya transfer untuk Madura United.

Sebagai ayah, Rasiman ikut membantu proses perekrutan putra sulungnya itu untuk berkarier di luar negeri.

"Secara teknis, saya memberikan data. Mereka melihat rekam jejak Abi bersama klub maupun Timnas Indonesia. Program ini dibuat untuk jangka panjang. Abi pun menerima tawaran itu," ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

"Mungkin sekarang momennya tepat. Kontrak Abi bersama Madura United sudah habis, kemudian nasib kompetisi domestik juga belum jelas. Akhirnya proses perekrutan terjadi," imbuh Rasiman.

Sang ayah juga sudah tidak asing dengan Malaysia Super League. Rasiman pernah menjabat sebagia asisten pelatih T-Team selama dua musim pada 2016 hingga 2017 kala Rahmad Darmawan menjadi pelatih kepala di sana.

Meski demikian, Abi tidak akan langsung merasakan ketatnya kompetisi kasta teratas Malaysia tersebut. Pihak JDT menyebutkan bahwa pemain barunya itu akan dipinjamkan ke klub luar negeri.

Video