Syarat Bisa Ibadah Secara Tatap Muka di Gereja Katedral Jakarta

Bayu Nugraha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Humas Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie mengingatkan umat yang akan melaksanakan ibadah Trihari Suci pada 2-4 April 2021 di Gereja Katedral, Pasar Baru, Jakarta Pusat, harus memenuhi sejumlah persyaratan agar bisa hadir (offline).

"Umat yang tatap muka memang banyak sekali persyaratan yang harus diikuti, contohnya mereka yang hadir di Katedral harus terdaftar di dalam Paroki Katedral," kata Susyana saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 2 April 2021.

Selain memastikan diri terdaftar dalam Paroki Katedral, umat juga harus melakukan pendaftaran ibadah tatap muka melalui situs belarasa.id.

Selain itu, hanya umat yang berusia rentang 18-59 tahun yang dapat hadir. Dalam proses daftar daring tersebut, umat juga harus mengisi "self assesment" terkait riwayat mobilisasi selama 14 hari terakhir, serta riwayat penyakit yang dialami.

Setelah mendaftarkan diri di situs belarasa, umat akan mendapatkan QR-Code yang nantinya menjadi akses masuk saat masuk ke Katedral.

"Begitu mendapat scan QR-Code, mereka harus datang membawa 'barcode' tersebut dengan KTP asli, di sini diperiksa kemudian dilakukan pengecekan suhu, mencuci tangan, masker juga harus terus digunakan," kata Susy.

Umat juga diimbau untuk tidak membawa barang berlebihan, atau tas besar, untuk mempercepat pemeriksaan melalui metal detector, maupun x-ray saat masuk ke dalam gereja.

Saat di dalam gereja, umat diwajibkan untuk terus menggunakan masker, kecuali saat menerima komuni atau perjamuan kudus.

Ada pun Katedral tetap melakukan pembatasan kehadiran peserta ibadah, yakni sebanyak 20 persen atau 309 orang. Susy menyebutkan bahwa masih terdapat kuota untuk ibadah tatap muka pada Jumat Agung hingga Minggu Paskah.

Pada perayaan Paskah tahun ini, Katedral mengikuti tema tahun refleksi, yakni "Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Menjadi Berkat". (Ant)

Baca juga: Ridwan Kamil Jamin Acara Paskah di Jabar Aman dari Ancaman Teroris