Syarat "daycare" yang baik menurut Kak Seto

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi S. Psi M. Si (Kak Seto) berpesan agar orangtua lebih selektif memilih daycare (tempat penitipan dan pengasuhan anak) dengan mengedepankan aspek edukasi, lingkungan maupun keamanan.

"Ya yang ramah anak dan yang betul-betul menjunjung tinggi atau mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," ucap Kak Seto saat ditemui ANTARA di Gedung LPJA Pasar Baru Jakarta, Senin.

Iya menyarankan agar orangtua memilih daycare yang lingkungannya aman, artinya tidak banyak asap atau di pinggir jalan, lingkungan yang kotor dan licin, pengasuh yang profesional dan pemimpin tempat pengasuhan anak yang paham tujuan mendirikan daycare tersebut. Hal itu juga menjadi syarat daycare yang baik menurutnya.

Baca juga: Tradisi "jeres" alasan dibalik kasus pengeroyokan siswa di SMAN 70

Ia juga meminta orangtua untuk memeriksa langsung tempat tersebut guna menghindari potensi buruk dari daycare tersebut.

"Orangtua harus terjun, harus lihat sendiri. Artinya 'abal-abal' itu bisa saja mungkin ada para pedofil menyasar anak-anak yang balita. Atau kedua sekedar untuk bisnis itu juga tidak benar," ucap Kak Seto.

Pencipta karakter Si Komo ini pun menjelaskan beberapa manfaat daycare bagi perkembangan anak, salah satunya merangsang perkembangan sosial.

"Ya karena peniruan, social learning-nya berjalan, belajar secara sosial. Itu kadang lebih efektif dari belajar dengan ayah ibunya. Ketika melihat teman-temannya duduk manis makan, semua ikut," ucap lulusan psikologi UI itu.

Ia mengatakan agar perkembangan anak terasah, kegiatan yang bisa dilakukan di daycare adalah diajarkan permainan kreatif dan edukatif seperti bercerita, mendongeng atau bernyanyi. Selain itu juga perlu diajarkan dari segi psikoseksual agar anak bisa melindungi organ tubuhnya sendiri dari orang asing.

Selain itu, mengasah perkembangan emosionalnya juga perlu diajarkan agar anak tidak mudah meledak-ledak ketika marah dan bisa mengontrol emosinya.

Untuk mencapai hal tersebut, Ketua Umum LPAI ini mengatakan daycare yang baik harus memiliki pengasuh yang bersertifikat agar kenal dengan teori mengajar anak usia dini.

"Misalnya dulu dari IKIP guru PAUD, guru-guru PAUD itu salah satu yang bersertifikat, kalo misalnya dibentuk lagi ya silakan, nanti Kementerian Pendidikan bisa mungkin yang bukan S1 tapi sarjana muda, tapi paling tidak pantas untuk mendidik anak usia dini," ucap psikolog berusia 71 tahun ini.

Terlepas dari manfaat daycare bagi perkembangan anak, hubungan baik antara orangtua dan anak dirumah juga perlu dibangun. Bercerita dan mendongeng menggunakan buku atau boneka yang lucu bisa jadi tips dari Kak Seto untuk membangun hubungan antar orangtua dan anak yang asik dan mendidik.

"Melihat gambar-gambar itu berati juga merupakan langkah awal untuk kecerdasan literasi mulai dibangun. Bisa bernyanyi bersama mungkin juga dengan gerakan bermain seperti melompat, menari, bermain melatih keseimbangan dan sebagainya," tutupnya.

Baca juga: Kak Seto kritisi sistem pondok pesantren yang tertutup

Baca juga: Kak Seto tegaskan tak akan pernah bela pelaku kejahatan seksual

Baca juga: Kak Seto desak psikolog Dinas Kesehatan DKI bantu korban asusila

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel