Syarat Perjalanan Diperketat, Penumpang Kereta Api di Sumut Anjlok 35 Persen

Merdeka.com - Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Sumatera Utara mencatat jumlah kereta penumpang kereta api sejak 17 hingga 24 Juli 2022 mengalami penurunan hingga 35 persen. Manager Humas PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Mahendro Trang Bawono, mengatakan penurunan jumlah itu dampak dari penerapan pemeriksaan surat dokumen perjalanan bagi calon penumpang kereta api sesuai dengan SE (Surat Edaran) Kementerian Perhubungan No 72 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19.

"Terdapat penurunan pelanggan sebesar 35 persen untuk kereta api antar kota yakni KA Sribilah dan KA Putri Deli," kata Mahendro, Selasa (26/7).

Aktivitas perjalanan dari KA Sribilah sebelum adanya surat edaran itu tercatat sebanyak 7.454 penumpang. Sementara KA Putri Deli jumlah penumpang mencapai 20.260. Namun angka itu mengalami penurunan sejak diterbitkannya surat edaran tersebut. Kini, pada periode 17 hingga 24 Juli 2022 jumlah penumpang KA Sribilah hanya 4.931 dan KA Putri Deli turun menjadi 12.258 pelanggan.

"Meskipun di Sumut terjadi penurunan jumlah pelanggan. Kami akan tetap konsisten mengoperasikan kereta api sesuai aturan yang ditetapkan pemerintah," ujar Mahendro.

Lanjutnya, PT KAI hanya memberangkatkan penumpang yang memenuhi persyaratan sesuai dengan regulasi terbaru. Kendati demikian, PT KAI bersedia untuk membantu calon penumpang agar bisa melengkapi syarat perjalanan seperti membuka layanan vaksinasi hingga tes Covid-19.

"Pelanggan kereta api dapat memanfaatkan layanan tersebut untuk melengkapi syarat perjalanan sesuai aturan yang berlaku. Bagi pelanggan yang tidak melengkapi persyaratan akan ditolak untuk berangkat dan dipersilakan untuk membatalkan tiketnya," pungkas Mahendro. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel