Sydney Opera House Putar Video Penghormatan Khusus untuk Pemadam Kebakaran

Liputan6.com, Sydney - Sydney Opera House memberikan penghormatan kepada petugas pemadam kebakaran Australia selama akhir pekan dengan memutar video yang mengharukan.

Selama beberapa jam pada Sabtu malam, pusat seni pertunjukan itu mewarnai layar ikoniknya dengan sekumpulan gambar petugas pemadam kebakaran yang berjuang melawan kebakaran hutan di seluruh kota Australia, seperti dilansir CNN, Senin (13/1/2020).

Melalui video tersebut, dapat terlihat beberapa petugas pemadam kebakaran yang merangkul satu sama lain, bahkan berpelukan dengan mengenakan seragamnya.

Pada video tersebut, terdapat salah satu gambar yang secara sederhana dilukis menggunakan tangan dan terdapat bentuk hati yang bertuliskan "THANK YOU FIRIES".

Melalui pesan yang diunggah di Twitter, pihak Opera House mengatakan, "Kami ingin mengirimkan pesan berisi harapan dan kekuatan. Dan yang paling penting adalah untuk berterima kasih kepada petugas pemadam kebakaran dan para relawan atas usaha dan keberanian yang luar biasa."

Untuk Pemadam Kebakaran dan Relawan

Petugas pemadam kebakaran menyemprot pohon saat berusaha memadamkan api akibat kebakaran hutan di sekitar kota Nowra, negara bagian New South Wales, Australia, Selasa (31/12/2019). (AFP/Saeed Khan)

Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales membagikan video layar yang diunggah di Facebook. Unggahan video tersebut juga mendapat banyak respons baik dan dukungan dari para warganet.

"Layar terkenal dari Sydney Opera House telah dinyalakan dalam rangka untuk penghormatan khusus malam ini," kata petugas pemadam kebakaran.

Sydney Opera House juga akan menjadi tuan rumah bersama dalam pengumpulan dana komedi pada bulan Maret mendatang untuk memberi bantuan bagi para masyarakat yang terkena dampak kebakaran hutan Australia.

Australia telah mengalami musim kebakaran terburuk dalam sejarahnya. Sedikitnya 27 orang, termasuk petugas pemadam kebakaran sukarela, telah meninggal sejak musim kebakaran yang dimulai pada akhir Juli. Lebih dari 2.000 rumah hancur atau rusak, dan seluruh kota terpaksa dievakuasi.

 

Reporter: Jihan Fairuzzia 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: