Syiah Imam Dua Belas  

TEMPO.CO, Jakarta - Islam Syiah dalam perkembangannya kemudian mengenal aliran-aliran Imam Dua Belas, Ismailiyah, Zaidiyah.

Allamah M.H. Thabathaba’i dalam buku yang ditulisnya, Syiah Dar Islam (Syiah dalam Islam) yang kemudian diterjemahkan menjadi Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya, menyebutkan mayoritas orang Syiah adalah penganut aliran Imam Dua Belas atau Imamiyah.

Dalam Syiah Dua Belas Imam ini, Imam ada 12 dan nama-nama mereka adalah:

1.Ali ibn Abi Talib

2.Hasan ibn Ali

3.Husain ibn Ali

4.Ali ibn Husain

5.Muhammad ibn Ali

6.Ja’far ibn Muhammad

7.Musa ibn Ja’far

8.Ali ibn Musa

9.Muhammad ibn Ali

10.Ali ibn Muhammad

11.Hasan ibn Ali

12.Mahdi

Menurut Allamah M.H. Thabathaba’i dalam bukunya, ketika Nabi wafat, Ali –yang menjadi Imam pertama– telah berusia 30 tahun. Ali juga hadir dalam semua peperangan yang diikuti Rasulullah, kecuali pertempuran di Tabuk ketika dia diperintahkan tinggal di Madinah menggantikan Nabi. Dia juga tidak pernah membangkang.

Itu mengapa kawan-kawan dan pengikut Ali percaya bahwa setelah Nabi wafat, kekhalifahan dan kekuasaan agama berada di tangan Ali, salah satu sahabat Nabi. Para pengikut Ali melihat pada diri Ali dan Ahlul Bait Nabi sebagai satu-satunya saluran penyampaian risalah Islam yang asli.

Untuk Imam kedua belas, menurut Syiah, masa depan akan menyaksikan suatu hari ketika umat manusia dipenuhi dengan keadilan, ketika semua ingin hidup dalam kedamaian dan ketenteraman, dan ketika manusia sepenuhnya memiliki kebajikan dan kesempurnaan, keadaan seperti itu akan terwujud melalui tangan manusia namun dengan pertolongan Tuhan.

»Dan pemimpin umat yang seperti itu, yang menjadi juru selamat umat manusia, disebut dalam bahasa hadis: Mahdi,” tulis Allamah M.H. Thabathaba’i dalam bukunya.

GRACE S. GANDHI

Berita Lain:

Mengenal Syiah di Indonesia

Siapa Syiah, Siapa Sunni

Mengenal 4 Kelompok dalam Syiah

Persamaan dan Perbedaan Sunni-Syiah

Foto Anak dan Lansia Korban Penyerangan di Sampang

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.