Syiah Sampang Keluhkan Video Syiah Sesat

TEMPO.CO, Sampang-Pemimpin Syiah Sampang di pengungsian Iklil Almilal meminta pemerintah menyetop peredaran cakram padat yang berisi penyesatan terhadap aliran Islam Syiah di Sampang. Menurut Iklil, berbagai video dan keterangan suara penyesatan Syiah beredar di masyarakat dalam bentuk cakram padat menyulitkan proses rekonsiliasi Sunni-Syiah.

Video itu, kata dia, berisi rekaman sholat yang diklaim sebagai penganut Syiah, yaitu sholat sambil berjoget. Cakram itu juga berisi gambar sebuah kuburan penganut Syiah meledak karena jasadnya tidak diterima bumi. "Itu tidak benar, itu rekayasa," kata Iklil kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Albert Hasibuan, di tempat pengungsian di GOR Sampang, Kamis 31 Januari 2013.

Iklil mengungkapkan jika peredaran keping cakram padat itu tidak dihentikan dan makin banyak warga yang melihat video didalamnya, akan semakin sulit memulihkan hubungan antara warga Sunni-Syiah di Nangkernang. "Di mata mereka kami tetap sesat, padahal kami tidak sholat seperti itu, itu rekayasa," katanya lagi.

Mendengar permintaan tersebut, Albert hanya mengangguk. Dia berjanji akan mencatat semua permintaan Iklil untuk disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Ini (penyitaan video fitnah) bisa dilakukan oleh polisi," katanya sembari melirik kepada Kepala Kepolisian Resor Sampang Ajun Komisaris Besar Solehan yang berdiri di sampingnya.

Makin canggihnya teknologi, membuat isi dalam video Syiah sesat itu beredar cepat bahkan sampai ke Kabupaten Bangkalan melalui perangkat telepon genggam. Mat Sukri, warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, memperlihatkan video sholat Syiah yang dikenal "sholat selamat tinggal" kepada Tempo.

Dia mengakui sudah puluhan kali membagi video itu ke orang lain. "Kok masih ditampung orang kayak gini (Syiah), pantasnya mereka dibakar," ucap Sukri geram.

 

MUSTHOFA BISRI

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.