Syuci Indriani gagal pertajam rekornas pada Peparnas Papua

·Bacaan 1 menit

Perenang elite dari Riau Syuci Indriani belum berhasil mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri dalam nomor 200 meter gaya bebas putri S14 pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Tampil di Arena Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Kamis, Syuci finis terdepan dengan catatan waktu 2 menit 24,12 detik.

Meski sukses menyabet medali emas, catatan waktu perenang andalan Indonesia ini tak lebih baik dari rekor sebelumnya pada 2018 yakni 2 menit 20,80 detik.

Syuci langsung tancap gas dengan memimpin 50 meter pertama dengan catatan waktu 31,92 detik. Kemudian pada jarak 100 meter, dia membukukan 1 menit 07,89 detik.

Pada 100 meter menjelang finis, Syuci makin tak terkejar dengan mencatatkan waktu 1 menit 45,44 detik. Akhirnya wakil Indonesia dalam Paralimpiade Tokyo 2020 finis terdepan dengan 2 menit 24,12 detik.

Syuci mengalahkan pesaingnya Meliana Raith Pratama dari Sumatera Barat yang harus puas dengan medali perak setelah menyelesaikan lomba dengan catatan waktu 2 menit 38,65 detik.

Baca juga: Papua peroleh tiga emas dari boccia Peparnas Papua

Sementara perunggu diraih wakil tuan rumah Papu Rahmayana yang finis ketiga dengan membukukan waktu 3 menit 16,23 detik.

Pada hari keempat lomba renang, Riau mengoleksi empat medali emas dan tiga perak.

Tiga wakil Riau lainnya menjadi yang terbaik adalah Andika (50m gaya dada putra S8), dan Rahmad Tulloh (100m gaya kupu-kupu putra S9), Zamri (50m gaya dada putra S9).

Dengan tambahan medali ini, untuk sementara Riau mengisis posisi kelima klasemen perolehan medali dengan sembilan emas, lima perak, dan empat perunggu.

Papua masih kokoh di puncak klasemen dengan 28 emas, 16 perak, 10 perunggu, disusul Jawa Barat dengan 15 emas, 11 perak, 13 perunggu, sedangkan Kalimantan Selatan berada pada posisi ketiga dengan 11 emas, 7 perak, 9 perunggu.

Baca juga: Boccia hanya tandingkan delapan nomor pada Peparnas Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel