Syukuran Bertambah Usia, Bupati Anas Makan Lesehan Bareng Warga

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Banyuwangi Tanggal 6 Agustus 2020 merupakan hari ulang tahun Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Tahun ini merupakan ulang tahun terakhir di masa jabatannya sebagai bupati. Tahun depan, Anas akan menanggalkan jabatannya sebagai bupati karena sudah dua periode.

Di ulang tahun terakhirnya sebagai bupati, Anas merayakan bersama warga Lingkungan Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, yang sebagian bekerja sebagai pemulung. Makan bersama dilakukan dengan protokol kesehatan.

Tanpa direncanakan sebelumnya, Anas datang membawa tumpeng dan langsung mengajak sejumlah warga makan bersama. Anas yang memasuki usia 47 tahun duduk bersila dan makan bersama para pemulung dengan nuansa sangat sederhana. Selain memotong tumpeng, Anas juga memborong bakso dan mie ayam yang berjualan di sekitar lokasi untuk dimakan bersama-sama.

"Ayo, ini Bu, pakai dulu hand sanitizer-nya,” Anas menuangkan handsanitizer lalu menyajikan nasi tumpeng ke sejumlah warga.

Dalam kesempatan itu, Anas mengatakan kepada warga bahwa di masa akhir kepemimpinannya masih banyak program dan pekerjaan yang belum selesai.

"Saya akui masih banyak program yang belum terselesaikan karena berbagai dinamika ekonomi dan politik. Saya mohon maaf atas segala kekurangan," kata Anas.

Anggaran Terserap untuk Penanganan Pandemi

©Banyuwangi.
©Banyuwangi.

"Terutama terkait pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan jalan-jalan menuju pelosok desa yang belum semua bisa ditangani semuanya karena keterbatasan anggaran, apalagi Banyuwangi ini adalah daerah terluas di Pulau Jawa yang tentu kebutuhan infrastrukturnya sangat besar," imbuhnya.

Ditambah lagi, tahun ini menjadi tahun yang sulit dengan adanya pandemi Covid-19, sehingga membuat banyak anggaran yang terserap untuk penanganan pandemi. Tapi, menurut Anas, hampir semua akses utama jalan sudah banyak yang diperbaiki.

"Seperti perbaikan dan pelebaran jalan di akses utama sudah banyak yang diperbaiki, tinggal sebagian yang masuk ke pelosok-pelosok desa," tambah Anas.

Namun, Anas mengatakan, yang terpenting saat ini adalah tantangan penanganan pemulihan dari dampak pandemi Covid-19. ”Kesehatan harus pulih, ekonomi harus bangkit,” ujar Anas.

©Banyuwangi.
©Banyuwangi.

Dia menekankan pentingnya ketahanan berbasis keluarga sebagai pilar untuk bangkit dari dampak pandemi. Dua hal ini menjadi perhatian utama Pemkab Banyuwangi terkait ketahanan berbasis keluarga, baik menyangkut aspek kesehatan maupun sosial-ekonomi, termasuk pangan.

Anas mengatakan ketahanan pangan berdimensi pada dua hal. Pertama, kemampuan daerah menjaga produktivitas sektor pertanian. Kedua, kemampuan masyarakat untuk mengakses bahan pangan.

”Maka di Banyuwangi, produktivitas benar-benar dijaga, Alhamdulillah kita surplus bahan pangan seperti padi. Dari sisi daya beli warga, pemulihan ekonomi terus didorong, termasuk pembukaan lapangan kerja dari berbagai sektor,” jelas Anas.

(*)