Tabligh Artinya Menyampaikan, Sifat Wajib Rasul yang Harus Dipahami

·Bacaan 2 menit

VIVA – Berikut ini akan diuraikan mengenai tabligh artinya, serta kedudukan dan tujuannya.

Nabi Muhammad adalah manusia pilihan Allah SWT yang bertugas untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Para rasul memiliki tugas sebagai pemberi petunjuk, pembawa kabar gembira, dan peringatan kepada umat manusia. Tentu saja tugas seperti ini tidak mudah dilakukan oleh manusia biasa.

Meskipun Rasulullah itu adalah manusia pada umumnya, tapi sebagai manusia pilihan Allah SWT, Rasul memiliki sifat-sifat yang melekat pada dirinya. Sifat-sifat ini sebagai bentuk kebenaran seorang Rasul. Sifat-sifat ini patut dicontoh oleh kita semua, sebagai umatnya. Salah satu sifat Rasul yang harus diketahui dan dipahami adalah Tabligh.

Lalu, tabligh artinya?

Pengertian tabligh

Tabligh artinya menyampaikan perintah atau larangan-Nya, yaitu Rasul selalu menyampaikan wahyu. Tidak ada satu pun ayat yang disembunyikan oleh Nabi Muhammad SAW dan tidak disampaikan kepada umatnya.

Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Ali bin Abi Talib ditanya tentang wahyu yang tidak ada dalam Al Quran, lalu Ali pun menegaskan yang termaktub dalam ayar berikut.

Yaaa ayyuhar Rasuulu balligh maaa unzila ilaika mir Rabbika wa il lam taf'al famaaa ballaghta Risaalatah; wallaahu ya'simuka minan naas; innal laaha laa yahdil qawmal kaafiriin

Artinya: "Wahai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan Tuhanmu kepadamu. Jika tidak engkau lakukan (apa yang diperintahkan itu) berarti engkau tidak menyampaikan amanat-Nya. Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir". (QS. Al-Maidah: 67)

Kedudukan Tabligh

Setelah mengetahui kedudukan tabligh, berikutnya akan dijelaskan mengenai kedudukan tabligh dalam agama Islam. Perhatikan ulasan berikut ini.

  1. Kedudukan tabligh yang pertama adalah bagian dari sistem karena ada beberapa unsur dakwah yang termuat dalam komponen unsur tabligh. Tapi ada beberapa unsur dakwah yang tidak dimiliki tabligh. Misalnya media, umumnya sebuah dakwah memiliki banyak media sebagai perantara, sedangkan tabligh hanya terbatas pada media lisan dan tulisan.

  2. Kedudukan tabligh yang kedua adalah sebagai operasional dakwah, dalam ajaran Islam tidak dapat didengar, dilihat, dibaca, dipahami, dan dihayati jika tidak disampaikan secara lisan atau tulisan. Dengan demikian, tabligh dapat dipahami sebagai suatu media atau sistem operasional untuk menyampaikan materi tentang ajaran-ajaran Islam.

Tujuan tabligh

Tujuan tabligh adalah untuk merealisasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Baik dalam kehidupan secara individu maupun dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Dalam hal ini, tujuan tabligh adalah untuk mencapai kebahagiaan, ketentraman, dan ketenangan dalam hidup.

Dengan demikian, tabligh bisa dikatakan sebagai kegiatan dengan tujuan untuk menyampaikan risalah atau ajaran Allah dan Rasul kepada seluruh umat Islam agar mengamalkannya setiap hari. Tak hanya itu, tabligh juga bermaksud untuk membangun kepribadian umat dengan iman Islam yang baik dan kuat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel