Tabrak Penjagaan Polisi Israel, Pengemudi Palestina Ditembak Mati

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasukan Israel menembak mati seorang pengemudi Palestina yang menabrakkan mobilnya ke pembatas jalan yang dijaga polisi Israel di Yerusalem Timur. Enam orang polisi Israel mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Dilansir Aljazeera, insiden tersebut terjadi pada Minggu, 16 Mei 2021, di Sheikh Jarrah, di Yerusalem Timur yang diduduki Israel. Di wilayah tersebut beberapa keluarga Palestina diusir secara paksa dari rumah yang diklaim pemukiman Yahudi.

Dari video yang diperoleh kantor berita Reuters, menunjukkan sebuah mobil melajut dengan kecepatan tinggi ke penghalang jalan yang dijaga polisi Israel.

Polisi mengatakan tindakan pengemudi Palestina itu sebagai serangan yang disengaja. Polisi mengatakan petugas melepaskan tembakan, menewaskan pengemudi, yang namanya tidak segera dirilis.

Abu Ubaida, juru bicara kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza, memuji aksi warga Palestina yang menabrakkan mobilnya di kerumunan polisi Israel di Sheikh Jarrah. Hamas menggambarkan aksi tersebut sebagai "operasi heroik dan berani" di Sheikh Jarrah.

Pasca insiden tersebut, pada Minggu malam, polisi membawa derek mobil untuk memasang penghalang beton, memblokir pintu masuk ke lokasi Sheikh Jarrah.

Seperti diketahui, permusuhan telah berkobar setelah polisi Israel pekan lalu menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, menembakkan peluru baja berlapis karet dan gas air mata untuk membubarkan aksi duduk yang dilakukan untuk mendukung penduduk Sheikh Jarrah.

Hamas mulai meluncurkan roket ke Israel pada Senin tak lama setelah ultimatum yang ditetapkan bagi pasukan keamanan Israel untuk meninggalkan Al-Aqsa berakhir, mendorong operasi Israel yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita.

Pengadilan Distrik Yerusalem telah memutuskan setidaknya enam keluarga Palestina harus mengosongkan rumah mereka di Sheikh Jarrah, meskipun mereka sudah tinggal di sana selama beberapa generasi.

Pengadilan yang sama memutuskan tujuh keluarga lain harus meninggalkan rumah mereka selambat-lambatnya 1 Agustus. Secara total, 58 orang, termasuk 17 anak-anak, akan dipindahkan secara paksa untuk memberi jalan bagi para pemukim Yahudi.

Pengadilan Tinggi Israel menunda sidang pada Senin lalu, atas pengusiran paksa Sheikh Jarrah di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem.

Israel merebut Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah 1967 dan mencaploknya dalam suatu tindakan yang belum mendapat pengakuan internasional.

Yerusalem Timur adalah salah satu wilayah yang dicari Palestina untuk negara masa depan. Israel menganggap semua Yerusalem sebagai ibukotanya - status yang tidak diakui di luar negeri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel