Tabrakan Jagorawi, Anak Ahmad Dhani Operasi 2 Kali

TEMPO.CO, Jakarta - Abdul Qadir Jaelani atau Dul, putra bungsu musikus Ahmad Dhani, harus menjalani dua kali operasi akibat luka serius yang dideritanya. Luka itu didapatkan Dul setelah mobil yang dikendarainya terlibat kecelakaan beruntun Ahad dini hari tadi di tol Jagorawi.

"Dul sudah menjalani operasi pertama tadi dan saat ini sedang menjalani operasi kedua pada pukul 16.00 WIB," sahut Jerry Marmen, adik Ahmad Dhani di Rumah Sakit Pondok Indah, dalam konferensi persn, Ahad, 8 September 2013.

Menurut Jerry, Dul dalam keadaan tidak sadar. "Tetapi proses operasi pertama berjalan lancar dan kedua sedang berlangsung," kata dia. "Informasi juga masih menunggu, karena yang bisa masuk hanya mas Dhani dan mbak Maia."

Operasi pertama Dul untuk bagian punggung. Operasi kedua di bagian tulang rusuk.  "Untuk lebih detail kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari dokter, mas Dhani dan mbak Maia masih syok," dia menuturkan. Sumber Republik Cinta Manajemen sebelumnya mengungkapkan Dul mengelami cidera kaki.

"Luka pada tulang rusuk tersebut berdampak ke dalam perut. Perkembangan lebih lanjut kami masih menunggu dokter," Jerry mengungkapkan.

Jerry menjelaskan keluarganya masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi peristiwa yang nahas itu. "Kami mohon kepada wartawan untuk kepedulian kesehatan dan proses operasi yang sedang dijalani oleh Dul," Jerry menutup keterangan persnya bersama ibunya, Joyce Teresa Pamela.

Dul terlibat kecelakaan sekitar pukul 00.45 WIB. Mobil Lancer nomor polisi B 80 SAL yang dikendarai Abdul Jaelani Qadir melewati pembatas jalan sehingga menabrak Granmax B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ. Kabar terakhir, enam orang meninggal.

AISHA

Topik Terhangat

Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World | CPNS | Suriah Mencekam

Berita Terkait

3 Jasad Korban Tabrakan Jagorawi Diambil Keluarga 

Tabrakan Jagorawi, Ada Catatan Fisika di Mobil Dul

Psikolog Tika Bisono: Dul Seharusnya Tidak Nyetir 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.