Tabrakan Jagorawi, Dul Dapat Santunan Rp 10 Juta

TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul, 13 tahun, putra bungsu dari musikus Ahmad Dhani, mengalami kecelakaan beruntun di KM 8 tol Jagorawi, Ahad dinihari, 8 September 2013. Penggebuk drum dari grup band Lucky Laki itu pun mendapat biaya perawatan rumah sakit dari Jasa Raharja.

"Dul dapat santunan 10 juta," kata Kepala Perwakilan Jasa Raharja Bogor, Ichwan, kepada wartawan di Rumah Sakit Meilia, Cibubur, Depok, Jawa Barat. Tak hanya Dul, semua korban yang termasuk dalam kecelakaan itu juga mendapat biaya perawatan yang sama.

Biaya perawatan itu, Ichwan melanjutkan, berlaku untuk semua kelas. "Kelas berapa saja bebas sebatas maksimal Rp 10 juta," tutur pria berkacamata itu. "Kalau satu hari biaya perawatan Rp 10 juta, ya sudah habis," Ichwan menambahkan.

Bila ada cacat akibat insiden tersebut, para korban juga akan mendapatkan biaya lainnya. "Berarti bayar biaya cacat maksimal Rp 25 juta," kata Ichwam. Biaya itu diberikan, Ichwan menambahkan, jika korban mengalami cacat parah, seperti kedua kaki diamputasi.

Sementara bagi korban yang meninggal dunia, Ichwan menuturkan, bakal mendapatkan santunan sebesar Rp 25 juta. "Sementara yang kami dapat berada di wilayah kerja kami atas nama Rizki, 29 tahun," ujarnya. Pria itu tinggal di Jalan Asrama Polisi Nomor 301 RT 03/RW 05, Kecamatan. Bayongbong, Garut.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Mobil Lancer dengan nomor polisi Lancer B 80 SAL yang dikendarai Abdul Jaelani Qadir melewati pembatas jalan sehingga menabrak Granmax B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ. Menurut kabar terakhir, enam orang meninggal dalam insiden ini.

SINGGIH SOARES

Topik terhangat:

Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Miss World | Penerimaan CPNS

Berita lainnya:

Jokowi Semobil Lagi Dengan Megawati

Apa Saja Mobil Politikus PDI Perjuangan?

Dukungan Pencapresan Jokowi Mengalir dari Amerika

Puji Jokowi, Megawati Pakai Bahasa Simbolis Jawa

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.