Tabrakan LRT Malaysia Akibat Kelalaian Pengemudi dan Melaju Salah Arah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Investigasi awal atas tabrakan antara dua LRT di Kuala Lumpur, Malaysia menunjukkan ada kelalaian pengemudi sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Transportasi Malaysia, Wee Ka Siong, pada Selasa 25 Mei 2021.

Tabrakan LRT, yang terjadi di dekat stasiun KLCC pada Senin malam, melukai lebih dari 210 penumpang, dengan enam korban saat ini dalam kondisi kritis.

"Investigasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan itu adalah hasil dari kecerobohan pembawa kereta yang membawa TR40 ke arah yang salah," kata menteri Wee Ka Siong, dalam konferensi pers, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (26/5/2021).

"Pengemudi saat itu menjalankan kereta yang rusak ke depot," sebutnya.

"TR40 seharusnya melakukan perjalanan ke selatan menuju Dang Wangi, tetapi bergerak ke utara, dengan orientasi yang berbeda. Hal ini mengakibatkan tabrakan antara TR40 dan TR 81," terang Wee Ka Siong.

Dijelaskannya juga bahwa LRT TR40, yang tidak membawa penumpang, sedang menuju ke arah selatan dari Gombak ke Subang, ketika "mengalami kegagalan" di stasiun Kampung Baru.

Kegagalan tersebut terjadi karena kereta api tersebut gagal beroperasi secara otomatis.

Pusat operasi kemudian menginstruksikan pengemudi TR40 untuk mengemudikan kereta secara manual dari stasiun Kampung Baru ke stasiun Dang Wangi, menurut Wee Ka Siong.

Namun, pada pukul 8.33 malam waktu setempat, pengemudi menghubungi komando pusat untuk memberi tahu bahwa TR40 telah bertabrakan dengan kereta lain, yang kemudian diidentifikasi sebagai LRT TR81.

Diketahui, ada sebanyak 213 penumpang di kereta TR81.

Kecelakaan Pertama dalam 23 Tahun, 64 Korban Tabrakan LRT Jalani Perawatan, 6 Kritis

Petugas pertahanan sipil Malaysia mengevakuasi penumpang yang terluka setelah tabrakan antara dua kereta LRT. (Foto: Twitter / Bernama)
Petugas pertahanan sipil Malaysia mengevakuasi penumpang yang terluka setelah tabrakan antara dua kereta LRT. (Foto: Twitter / Bernama)

Sebelumnya pada hari itu, Wee Ka Siong mengumumkan bahwa satuan tugas khusus telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab tabrakan LRT.

Dia juga menambahkan, satuan tugas yang akan dipimpin oleh sekretaris kepala kementerian transportasi itu akan diberikan waktu dua pekan untuk mempresentasikan temuan mereka tentang insiden tersebut.

Tabrakan itu merupakan kecelakaan pertama dalam 23 tahun beroperasinya LRT di Malaysia.

Perusahaan operator Kelana Jaya Line Prasarana Malaysia, telah menguraikan bahwa dari 213 penumpang yang terkena dampak kecelakaan, 64 orang di antaranya masih dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur.

Dari 64 pasien itu, enam orang berada dalam kondisi kritis. Sementara 3 pasien lainnya membutuhkan perawatan dengan ventilasi.

Ketika ditanya selama konferensi pers untuk mengomentari kerugian finansial dari kecelakaan itu, Wee Ka Siong mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memperkirakannya karena pihak berwenang masih membersihkan puing-puing dan memperbaiki jalur LRT yang rusak.

Disampaikan juga bahwa proses ini akan memakan waktu hingga "tiga hari" tetapi meyakinkan penumpang bahwa layanan kereta akan dilanjutkan.

Pada Selasa pagi (25/5) Prasarana Malaysia menyampaikan bahwa LRT Kelana Jaya Line di Kuala Lumpur kembali beroperasi pada pukul 6 pagi dengan kereta api yang beroperasi di satu lintasan, menambahkan bahwa juga akan ada layanan shuttle bus pendukung.

Sebelumnya, pada Senin malam (24/5), Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyatakan telah menginstruksikan Kementerian Perhubungan dan Prasarana Malaysia untuk melakukan "investigasi penuh guna mengidentifikasi penyebab kecelakaan".

Muhyiddin juga menyatakan "tindakan tegas akan segera diambil" dalam menanggapi kecelakaan tersebut.

Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari COVID-19

Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 9 Waktu Tepat Cuci Tangan Hindari COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)