Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Dijual hingga Rp6,5 Juta

·Bacaan 3 menit

VIVA – Kebutuhan oksigen di wilayah DKI Jakarta terus meningkat. Hal ini membuat oksigen menjadi semakin langka di tengah kasus positif COVID-19 yang terus bertambah di Jakarta.

Beberapa toko penjualan tabung dan isi ulang oksigen di Pasar Pramuka, Jakarta Timur selalu kehabisan stok oksigen, baik isi ulang maupun stok tabung berukuran 1.000 liter. Peningkatan kebutuhan masyarakat akan oksigen membuat pedagang meraup keuntungan yang tak sedikit.

Di Pasar Pramuka pada Rabu siang, 7 Juli 2021 siang, hingga menjelang sore, VIVA mendatangi beberapa toko yang menyediakan oksigen. Pada pukul 13.00 WIB, stok oksigen di semua toko habis tak tersisa.

Slamet, seorang pria paruh baya yang datang untuk mengisi ulang oksigen pada tabung berukuran 1.000 liter hanya berhasil mendapatkan setengahnya saja. Dia adalah orang terkahir yang masih mendapatkan oksigen pada hari ini di Pasar Pramuka.

"Anak saya lagi isolasi di rumah. Sebelumnya sempat sesak napas, jadi saya belikan oksigen. Dalam dua hari terkahir, saya sudah tiga kali datang untuk untuk isi oksigen," kata Slamet sambil menarik tabung oksigen terisi setengah itu.

Akibat kelangkaan oksigen ini, harga mahal tak menjadi persoalan serius bagi warga yang benar-benar membutuhkannya. Warga tetap berusaha untuk mendapatkan oksigen, meski harganya terus meningkat.

Untuk tabung oksigen berukuran 1.000 liter, harganya berkisar antara Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta. Sedangakan, untuk isi ulang oksigen, harganya berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Perbedaan harga ini dapat ditemukan di toko yang berbeda.

"Kalau harga setiap tabung ukuran 1.000 liter itu dari Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Kalau untuk isi ulang 1.000 liter, itu harganya sekarang Rp 25 ribu," ujar salah satu pedagang saay berbicang dengan jurnalis VIVA, di kawasan Pasar Pramuka.

Sementara untuk tabung yang berukuran lebih besar, yaitu tabung oksigen berukuran 6.000 liter. Harga untuk tabung oksigen ini mencapai Rp 5,5 juta hingga Rp 6,5 juta.

Salah satu pedagang di seberang Pasar Pramuka, menawarkan harga yang bervariasi pada setiap pembeli. Ketika ditanyakan tentang harga tabung berukuran 6.000 liter, pedagang itu menjawab bahwa harganya Rp 5,5 juta. Harga ini sudah termasuk oksigen yang diisi penuh, tapi tidak termasuk regulatornya.

Namun, beberapa saat kemudian, datang seorang pembeli dan menanyakan harga tabung dengan ukuran tersebut. Tanpa pikir panjang, si pedagang menjawab Rp 6,5 juta.

Harga ini pun membuat pembeli menolak membeli dan memilih mencari di tempat lain. "Saya coba cari di tempat lain lagi. Semoga bisa dapat yang lebih murah," ungkap pembeli yang tak mau disebutkan namanya itu.

Pembeli tersebut mengaku ingin membeli tabung berukuran 1.000 liter, namun ia khawatir pemakaiannya akan lebih singkat daripada ukuran yang lebih besar. Karena itu, ia berupaya mencari yang lebih besar, agar pemakaiannya lebih lama.

"Mau cari yang kecil, tapi takut habis cepat. Jadi maunya cari yang lebih besar biar lama. Saya cari untuk keluarga yang lagi isolasi mandiri di rumahnya," sebutnya.

Kelangkaan oksigen di Jakarta tampak dimanfaatkan secara baik oleh para penjual. Setiap tabung pun dipatok harga yang terbilang sangat menguntungkan, tapi membuat warga yang membutuhkan tak berkutik.

Meski pemerintah telah menyediakan posko pengisian oksigen gratis, namun itu dikhususkan bagi rumah sakit. Tentu hal tersebut sama sekali tidak memenuhi kebutuhan oksigen bagi warga yang memilih menjalani isolasi mandiri di rumah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel