Taekwondo Indonesia uji coba terakhir di Korea sebelum SEA Games 2021

·Bacaan 2 menit

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengirim empat atlet poomsae ke Korea Selatan sebagai uji coba terakhir sebelum turun pada SEA Games Vietnam 2021, di Hanoi, 12-23 Mei.

Manajer Timnas Taekwondo, Laras Fitriana Novianty Sumarna, mengatakan di Korea Selatan, atlet Indonesia mengikuti kejuaraan dunia atau World Taekwondo Poomsae Championship 2022 di Goyang, pada 21-24 April.

Secara keseluruhan ada lima atlet Merah Putih yang turun dalam ajang tersebut, empat di antaranya adalah mereka yang bakal turun pada SEA Games Hanoi yakni, Defia Rosmaniar, Muhammad Alfi, Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy, dan Muhammad Rizal.

"Ini merupakan uji coba terakhir poomsae jelang SEA Games Hanoi. Selain itu, ada juga atlet junior yakni Andi Sultan," ujar Laras ketika dihubungi ANTARA, Kamis.

Baca juga: Indonesia raih satu emas dalam kejuaraan dunia taekwondo

Laras juga menjelaskan khusus untuk Andi Sultan, ia bisa tampil dalam ajang kali ini setelah sebelumnya meraih medali emas pada Online World Taekwondo Poomsae Open Challenge II dan Online World Taekwondo Poomsae Open Challenge Final di kelas freestyle poomsae under-17 individual putra..

"Maka Andi Sultan diberangkatkan untuk Kejuaraan Goyang World Poomsae Championship 2022. Juga sebagai ajang menambah pengalaman dan prestasi," kata Laras.

Adapun pada Goyang World Poomsae Championship kelima atlet akan turun pada nomor masing-masing. Misalnya Defia yang turun pada nomor recognized poomsae Under 30 individual putri.

Sementara Muhammad Alfi di nomor recognized poomsae Under 30 individual putra dan recognized poomsae Under 30 team putra.

Baca juga: Juara PON tidak otomatis berlaga di SEA Games Vietnam

Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy dan Muhammad Rizal bersaing pada nomor recognized poomsae Under 30 team putra. Adapun Andi Sultan turun pada freestyle poomsae under 17 individual putra.

Secara keseluruhan PBTI tengah menyiapkan 17 atlet untuk menghadapi SEA Games Vietnam dan juga Asian Games Hangzhou, China. Namun, berdasarkan pengumuman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), cabang olahraga taekwondo mendapat slot 14 atlet untuk SEA Games Hanoi.

Pada SEA Games edisi sebelumnya di Filipina pada 2019, Indonesia berada di urutan keenam dalam klasemen perolehan medali cabang olahraga taekwondo dengan dua perak dan delapan perunggu.

Dua perak masing-masing diraih Reinaldy Atmanegara yang turun pada kyorugi putra 54kg dan Mariska Halinda yang berlaga di nomor kyorugi putri 53kg.

Adapun delapan perunggu diraih melalui Wawan Saputra (poomsae men's freestyle), poomsae beregu freestyle campuran, Rachmania Gunawan Putri (Poomsae women's recognized), poomsae beregu recognized putri, mixed recognized pair, Muhammad Bassam Raihan (kyorugi putra 58kg), Rizky Anugrah Prasetyo (kyorugi putra +87kg), dan Shaleha Fitriana Yusuf (kyorugi putri 62kg).

Sedangkan tim taekwondo tuan rumah pada SEA Games 2019 meraih medali terbanyak dengan delapan emas, sembilan perak, dan empat perunggu. Thailand di urutan kedua dengan tujuh emas, tiga perak, enam perunggu. Lalu, Vietnam di urutan ketiga dengan lima emas, dua perak, tujuh perunggu.

Baca juga: Vietnam perkuat keamanan dan ketertiban lalu lintas jelang SEA Games

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel