Tahu Tempe Dapat Penuhi Kebutuhan Vitamin D Ternyata Mitos

·Bacaan 2 menit

VIVA – Memenuhi kebutuhan vitamin D sangat penting di masa pandemi seperti sekarang ini. Spesialis gizi klinik, dr. Fenny Nugraha, MARS, M.Gizi, SpGK, mengatakan, sudah banyak penelitian yang membuktikan manfaat dari vitamin D dalam membantu memerangi COVID-19.

"Sudah banyak penelitian, ternyata pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan kadar vitamin D yang rendah, meningkatkan risiko gejala, komplikasi dan juga risiko mortalitas atau kematian lebih tinggi," ujarnya dalam tayangan Hidup Sehat di tvOne, Kamis, 22 Juli 2021.

Bahkan, Fenny mengatakan, sudah ada penelitian di Indonesia yang menyatakan bahwa pasien COVID-19 yang mengalami defisiensi vitamin D, berisiko 10 kali lebih tinggi untuk meninggal dunia.

Mengingat manfaatnya yang begitu potensial, sayangnya kini untuk mendapatkan suplemen vitamin D sangat mahal dan langka. Maka dari itu, masyarakat berpikir untuk mendapatkannya dari sumber lain. Salah satunya dari makanan.

Beberapa makanan yang diyakini masyarakat dapat memenuhi kebutuhan vitamin D, antara lain, tahu, tempe dan kacang-kacangan. Namun, Fenny menegaskan kalau itu adalah mitos belaka.

"Kecuali kalau memang dilakukan fortifikasi. Memang ada beberapa yang ditambahkan vitamin D di produk makanan. Nah, kalau tahu tempe, dia lebih ke sumber kalsium," terang dia.

Fenny menambahkan, vitamin D sendiri perannya adalah untuk meningkatkan penyerapan dari kalsium. Jadi, antara vitamin D dan kalsium, keduanya sama-sama bermanfaat untuk tulang.

Maka dari itu, tahu tempe yang merupakan sumber kalsium, bukanlah makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan vitamin D, terutama yang berkaitan dengan COVID-19.

"Sebenarnya kalau bahan makanan sumber vitamin D kalau dari tumbuhan lebih ke jamur. Terutama jamur yang tumbuhnya di luar. Contohnya seperti jamur portobello, maitake, yang tumbuh di luar, itu memang tinggi akan vitamin D2," kata dia.

Lebih lanjut, Fenny turut menjelaskan perbedaan antara vitamin D dengan kalsium yang terkandung dalam tahu, tempe dan kacang-kacangan.

"Vitamin D termasuk vitamin larut lemak, dia temannya sama vitamin A, E, vitamin K. Sementara kalsium ini berbeda, dia termasuk mineral. Tetapi keduanya fungsinya memang berbarengan. Jadi sama-sama untuk kesehatan tulang, gigi. Di mana vitamin D ini dalam bentuk calcitriol, dia akan membantu penyerapan dari kalsium. Jadi keduanya bersamaan, tapi memang dua ini berbeda," terang dr. Fenny Nugraha.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel