Tahun 2013 Tahun Politik

Laporan wartawan Tribun Timur, mansur am

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - TAHUN 2013 tahun politik. Bagi mereka yang berprofesi atau berniat menjadi politisi, tahun inilah momennya. Mobilisasi massa hingga kemampuan membuat dan memelihara jejaring teruji di 2013.

Dalam mitologi Cina, 2013 adalah Tahun Ular, yang dimulai pada tanggal 10 Februari 2013 dan berakhir 30 Januari 2014. Ular tanda keenam dari shio Cina, yang terdiri dari 12 tanda binatang. Karakteristik menonjol di tahun ular; sadar, menawan, licik, elegan, misterius, penuh gairah, bangga, tenang, dan sia-sia.

Momen politik dibuka dengan hiruk-pikuk kampanye Pilgub Sulsel 5-18 Januari. Puncaknya penentuan nasib tiga kontestan pilgub, siapa layak menakhodai Sulsel. Mesin politik siapa yang paling efektif?

Strategi relawan atau partai mana yang mampu menyakinkan publik. Jawaban jelasnya saat pelantikan gubernur terpilih yang diperkirakan awal April.
Hiruk-pikuk politik tak berhenti dengan gubernur baru. Momen pergantian 01 Makassar yang diperkirakan September-Oktober 2013 diperkirakan tak kalah serunya. Tensi politik kali ini terfokus di ibu kota.

Sudah ada 20-an figur menawarkan diri sebagai suksesor Ilham Arief Sirajuddin-Supomo Guntur. Tensinya mulai kencang selepas pilgub.
Diperkirakan April, para pesolek politik mulai tebar pesona. Medianya tak lagi sebatas baliho atau stiker. Karena ini ibu kota, perang dunia maya tak terhindarkan.

“Sebenarnya, momen politik penentu di 2013 yah pilgub. Siapa yang jadi gubernur, akan menentukan siapa wali kota. Kandidat dari kabupaten/kota yang mau maju di pilkada daerahnya masing-masing juga mulai mengambil sikap tegas pada pilgub,” kata pengamat komunikasi politik UIN Alauddin, Makassar, Dr Firdaus Muhammad.

Sejumlah figur di Pilwali Makassar mengidentifikasi diri sebagai “pejuang” Syahrul-Agus dan Ilham-Aziz di pilgub.

Supomo Guntur, Farouk Mappaseling Betta, Adil Patu, Rusdin Abdullah, Bahar Ngitung, Busrah Abdullah “mengekor” ke Sayang.

Andry Arief Bulu, Anis Zakaria Kama, St Muhyina Muin, Ariady Arsal, Jafar Sodding, berdiri di belakang IA.

April 2013, perselingkuhan politisi akan terbongkar. Momennya; pendaftaran calon anggota legislatif (caleg).

Akan ketahuan, politisi yang pindah partai. Istilahnya, politisi kutu loncat. Istilah maccaleg, upaya politisi merintis jalan ke parlemen kembali booming. Bisnis percetakan juga menggeliat. Atribut caleg bakal berbaur dengan baliho calon wali kota.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga mulai ditentukan. Sangat menarik menunggu sikap Aksa Mahmud, Abd Aziz Qahhar Mudzakkar, Litha Brent, dan Bahar Ngitung. Akankah mereka mendaftar lagi menjadi senator. Penentuannya 27 Juli 2013.

Dalam konteks politik lokal, sifat tahun ular yang licik, elegan, misterius, dan penuh gairah berkelindang dengan momen politik sepanjang tahun. Kebanggaan dan ketenangan menjadi sisi baiknya. Bisa jadi bangga karena proses pilgub dan pilwali berlangsung damai. Tenang karena tidak ada riak. Semoga !

Baca juga:

  • RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Berhasil Sembuhkan Tuli Permanen
  • FPI Makassar: Berikan Rasa Aman Kepada Pemeluk Agama lain
  • Ormas Islam di Makassar Partisipasi Dalam Pengamanan Natal
  • Ansor Sulsel Ikut Jaga Gereja
 
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.