Tahun 2020 Tingkat Kriminalitas di Bali Menurun Hingga 32,66 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Denpasar Sinergitas dan kerja sama yang baik antara Kepolisian Daerah (Polda) Bali dengan masyarakat, TNI, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder menjadi faktor penting dalam mewujudkan Bali yang shanti lan jagadhita.

Hal itu lantaran kerja keras seluruh personel Polda Bali dalam menjalankan tugas pokoknya sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat membuat situasi keamanan di pulau Dewata tetap kondusif.

Hasil kerja keras personel Polda Bali dan jajaran bersama masyarakat mencatatkan bahwa data kriminalitas serta trend perkembangan gangguan Kamtibmas tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 secara umum mengalami penurunan sebanyak 32,66%.

“Tahun 2019 sebanyak 2.921 kasus sedangkan tahun 2020 sebanyak 1.967 kasus. Sedangkan penyelesaian perkara terdapat peningkatan dari 77,09% di tahun 2019 menjadi 84,08% di tahun 2020,” kata Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat jumpa pers akhir tahun di Gedung Perkasa Raga Garwita Polda Bali, Kamis (31/12/2020).

Menurutnya, hal itu terjadi karena pandemi Covid-19,trend perkembangan kasus menonjol, seperti curat, curas, curanmor, anirat (penganiayaan berat). "Sementara kasus pembunuhan mengalami penurunan sebanyak 33,4%. Tahun 2019, Polda Bali menangani sebanyak 795 kasus, sedangkan tahun 2020 terdapat 529 kasus," ujarnya.

Tingkat Kejahatan Narkoba Masih Tinggi

Ia melanjutkan kejahatan terhadap kekayaan negara, antara lain Tipikor, migas, pertambangan, kehutanan serta konservasi sumber daya alam dan ekosistem yang ditangani oleh Polda Bali dan Polres jajaran mengalami penurunan sebanyak 28,57%. Tahun 2019 terdapat 49 kasus, sedangkan tahun 2020 menangani 35 kasus.

"Pengaduan masyarakat terkait tindak pidana Sibe rsepanjang tahun 2020 sejumlah 762 kasus. Mulai penipuan online, ilegal akses, akun palsu, hoax, skimming, pengancaman, arisan online, pemerasan, pencemaran nama baik, pornografi, ujaran kebencian dan penghinaan," ucap dia.

Namun, ia mengaku kasus narkoba hanya mengalami penurunan sebesar 14%. hal tersebut membuktikan bahwa penyalahgunaan narkoba masih cukup tinggi di Bali. “Tidak ada pengaruh situasi pandemi terhadap penurunan penyalahgunaan narkoba. Maka kita harus tetap konsisten untuk memberantas peredaran narkoba di Pulau Bali,” tutur dia.

Sementara itu, bidang lalu lintas jumlah kejadian kecelakaan di wilayah Bali menurun 49%, dengan total meninggal dunia 398 korban jiwa. Apabila dibandingkan dengan tahun 2019 jumlah meninggal dunia sebanyak 540 atau selisih 142 korban jiwa. “Secara umum situasi Bali masih cukup kondusif, selain tetap berkonsentrasi pada penanganan gangguan keamanan, Polda Bali di tahun 2020 secara aktif mendukung seluruh kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19,” kata dia.