Tahun Baru, Apple bermasalah di India

·Bacaan 1 menit

Regulator kompetisi bisnis India memerintahkan penyelidikan terhadap Apple Inc karena praktik bisnis yang dinilai melanggar aturan tentang antimonopoli.

Competition Commission of India (CCI), dikutip dari Reuters, Sabtu, membuka investigasi ini setelah kelompok nirlaba "Together We Fight Society", melaporkan dugaan Apple menyalahgunakan posisi dominan mereka dengan memaksa pengembang menggunakan sistem pembayaran di dalam aplikasi.

Organisasi itu menyebutkan Apple mengenakan biaya 30 persen untuk distribusi konten digital berbayar dan menaikkan biaya untuk pengembang aplikasi dan pelanggan sehingga mengganggu kompetisi.

Larangan yang diterapkan Apple juga mengganggu akses pasar bagi pengembang dan distributor yang berpotensial masuk India, kata CCI.

"Pada tahap ini, Komisi yakin kasus prima facie terhadap Apple layak diselidiki," kata CCI.

Apple tidak berkomentar atas kasus ini.

Bulan lalu, Apple membantah tuduhan tersebut dan meminta regulator tidak melanjutkan kasus ini dengan argumen pangsa pasar India tidak signifikan, hanya 0 sampai 5 persen.

Tapi, CCI berpendapat argumen Apple tentang pangsa pasar "sangat salah arah" karena larangan yang dimaksud untuk pengembang aplikasi, bukan konsumen terakhir.

Apple tahun lalu menghadapi kasus serupa di Uni Eropa, soal kebijakan dan pembayaran di pasar aplikasi App Store.


Baca juga: Apple hadapi tantangan antimonopoli di India

Baca juga: Sejumlah pabrik yang memproduksi Apple di India terinfeksi COVID-19

Baca juga: Apple mulai perakitan iPhone 12 di India

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel