Tahun Ini, 2.000 Mobil Listrik Elvina Dipasarkan

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO, Jakarta - Pencipta mobil listrik Dasep Ahmadi--melalui PT Sarimas Ahmadi Pratama--akan mulai memasarkan mobil listrik berjenis city car pada pertengahan tahun ini.

"Kami mau mendaftarkan ini ke Kementerian Perindustrian. Kami ingin mengikuti prosedur yang berlaku untuk pengembangan mobil listrik," kata Direktur Utama PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, di Kementerian Perindustrian, Rabu, 9 Januari 2013.

Dasep mengatakan perusahaanya akan memproduksi sebanyak 1.000-2.000 unit mobil listrik tahun ini. Mobil listrik keluaran Sarimas dinamakan Elvina, yang merupakan singkatan dari electric vehicle Indonesia. Mobil ini akan dijual dengan harga di bawah Rp 200 juta.

Elvina akan diproduksi di tiga pabrik milik Sarimas yang terletak di Depok, Bogor, dan Bekasi. Jarak tempuh Elvina diperkirakan sejauh Jakarta-Bogor-Jakarta, dengan waktu berfungsi kira-kira tiga jam. Jenis mobil ini harus di-charge pada listrik dengan kekuatan minimal 3.000 watt. Baterai mobil listrik jenis ini bisa di-charge pada kisaran 3-5 jam, tergantung kebutuhan.

Dalam pengembangan mobil listrik, Dasep mengakui kesulitan utamanya adalah pengembangan komponen baterai, karena masih harus mengimpor. "Semoga bisa kami lokal-kan. Kalau pasarnya sudah besar, akan datang sendiri," katanya. Baterai mobil listrik, kata Dasep, diimpor dari Amerika Serikat, Cina, Jepang, dan Korea Selatan.

Dasep mengakui bahwa pasar mobil listrik di Indonesia tidak akan melebihi 1 persen. Tapi, efisiensi energi dan konsep ramah lingkungan yang ditawarkan jenis mobil ini membuat mobil listrik layak masuk pasar. "Mobil listrik kan segmennya memang second car. Jadi, untuk jarak, misalnya, Bogor-Jakarta, bolak balik tiap hari itu pakai kendaraan listrik sangat hemat sekali. Jadi, layaklah masuk pasar," katanya.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, menyambut baik munculnya banyak produsen mobil listrik. Menurut dia, pemerintah akan memberikan dukungan dari segi regulasi. "Kami akan membantu dari segi kebijakan. Kami mempersilakan siapa pun yang ingin mengembangkan mobil listrik," katanya.

Selain dengan Kemenperin, Budi mengatakan produsen mobil listrik bisa bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan listrik, termasuk untuk pembangunan infrastruktur pengisian listrik.

ANANDA TERESIA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...