Tahun ini, 3 lokalisasi di Surabaya ditutup

MERDEKA.COM. Pemerintah Kota Surabaya tahun ini akan menutup tiga lokalisasi yakni Tambak Asri pada  April 2013, Klakah Rejo pada Agustus 2013, dan Sememi pada Desember 2013. Sementara, lokalisasi Dolly akan ditutup pada 2014.

"Untuk Lokalisasi Dolly dan Jarak diagendakan tutup pada 2014," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (1/3).

Menurutnya, jumlah PSK dan mucikari di Surabaya tiap tahun mengalami penurunan. Hal itu dikarenakan adanya kesepakatan tentang larangan penambahan PSK baru.

"Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga terus melakukan pemantauan. Jika ketahuan ada WTS baru, maka wisma yang bersangkutan akan ditutup," katanya seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, data terbaru pada 2012 jumlah WTS yang teridentifikasi sebanyak 2.117 orang dan mucikari 584 orang. Sebagai pembanding, pada 2008 jumlah WTS 3.518 orang dan 915 mucikari.

Pihaknya berjanji tidak akan lepas tangan setelah lokalisasi ditutup. Pihaknya akan terus memantau dan mendampingi para mantan PSK dan mucikari. Dia mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, banyak mantan PSK dan mucikari yang beralih menekuni usaha kecil atau pulang kampung setelah lokalisasi ditutup.

"Saat ini wanita harapan (WTS) sudah banyak yang menerima orderan membuat souvenir dan oleh-oleh khas Surabaya. Dalam waktu dekat, kami juga akan membangun pasar serta sentra PKL di Tambak Asri agar mereka bisa berjualan di situ," katanya.

Untuk mengantisipasi berpindahnya tempat lokalisasi, pihaknya mengaku akan mengantisipasinya dengan menggencarkan razia di tempat hiburan malam.

"Langkah pencegahan juga dilakukan dengan rajin sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang HIV/AIDS dan dampak buruk seks bebas serta razia WTS ilegal yang mangkal di mal-mal," katanya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.