Tahun ini Citilink Tambah 15 Pesawat  

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

TEMPO.CO, Jakarta - PT Citilink Indonesia tahun ini akan mendatangkan 15 pesawat tambahan. Maskapai akan mengoperasikan sepuluh pesawat Airbus A320, serta lima pesawat baling-baling jenis ATR. "Pesawat ATR akan mulai datang September nanti," kata Chief Executive Officer Citilink Indonesia, Arif Wibowo, dalam konferensi pers, Ahad, 13 Januari 2013.

Ia mengatakan pengoperasian pesawat ATR akan menjadi basis maskapai untuk meningkatkan penjualan. Vice President Marketing and Communications Citilink Indonesia, Aristo Kristandyo, mengatakan maskapai akan mendatangkan total 50 pesawat ATR 72-600 hingga tahun 2017.

Namun, Citilink belum memutuskan lokasi penempatan pesawat baling-baling tersebut. Aristo menjelaskan, maskapai akan mencari kota baru untuk dijadikan sebagai "hub" atau penghubung. Ada beberapa kota yang menjadi opsi untuk hub.

Ia mengungkapkan, kemungkinan pesawat ATR ditempatkan di hub yang akan dibuka di Makassar, Balikpapan, Medan, dan Lombok. Aristo pun menjelaskan alasan-alasan perusahaan memilih ATR. Pertama, ATR tidak memerlukan landasan pacu yang modern.

"Bisa di landasan pacu biasa, asal lurus," ujar Aristo. Kedua, meskipun lambat, ia menjelaskan, pesawat ATR dilengkapi teknologi yang lebih bagus dibanding dengan Bombardier.

Mengenai investasi perusahaan untuk mendatangkan pesawat-pesawat baru tahun ini, Aristo hanya menjawab singkat. "Saya tidak tahu resminya, karena itu "big deal"nya dengan Garuda Indonesia," kata dia. Ia mengatakan, armada-armada tambahan yang akan dioperasikan Citilink didatangkan dengan sistem leasing.

MARIA YUNIAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat