Tahun Ini Jakarta Akan Bangun 12 Pasar Lingkungan  

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak anggapan bahwa pasar tradisional di Jakarta sudah mulai ditinggalkan warga Ibu Kota. Mereka pun beralih ke pasar modern seperti supermarket ataupun minimarket yang tersebar di seluruh Jakarta. Perusahaan Daerah Pasar Jaya berupaya menghapus anggapan itu. Pada tahun ini, dari 153 pasar yang ditangani, 12 di antaranya akan dibangun kembali untuk dijadikan pasar lingkungan.

"Tahun ini 12 pasar yang akan dijadikan pasar lingkungan, sedangkan tahun depan 18 pasar lagi," ujar Direktur Keuangan dan Administrasi PD Pasar Jaya, Alexander Yerris, Selasa, 19 Februari 2013. Pasar itu masing-masing adalah dua pasar di Jakarta Barat, dua di Jakarta Pusat, dua di Jakarta Selatan, dua di Jakarta Timur, dan empat di Jakarta Utara.

Pasar lingkungan yang dimaksudnya adalah pasar yang sudah ada dan kemudian diperbaiki agar sesuai dengan misi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, untuk membentuk pasar tradisional yang rapi dan nyaman.

Perusahaan telah menargetkan 30 pasar akan diubah menjadi pasar lingkungan. Namun, dia mengatakan, kemungkinan yang terealisasi pada tahun ini adalah 12 pasar. Dana yang disiapkan pun mencapai Rp 150 miliar. "Satu pasar membutuhkan dana sekitar Rp 8-10 miliar," katanya.

Nantinya, pasar akan dibentuk satu rangkaian dengan model hanggar. Pemilihan model hanggar ini, menurut Alexander, karena dinilai paling simpel dengan sirkulasi udara yang baik. Desainnya pun menggunakan rancangan dari arsitek Indonesia. "Pembangunannya tidak kompleks, lebih murah, dan sirkulasi udara juga bagus karena hanggar sangat tinggi," katanya. Dengan itu, pasar tradisional yang sehat dan nyaman dapat terwujud.

Dengan konsep hanggar, dia menargetkan 150 hingga 300 pedagang dapat ditampung dalam pasar lingkungan itu. Menurut data Pasar Jaya per 1 Januari 2013, dari 153 pasar yang dikelola, terdapat 105.717 tempat usaha. Sebanyak 89.842 di antaranya aktif digunakan, sedangkan 15.875 tempat usaha masih kosong.

Untuk itu, selain tidak ingin menarik biaya sewa lagi ke pedagang, Pasar Jaya akan mengajak pedagang kaki lima untuk masuk ke pasar. Dia pun optimistis pedagang kaki lima akan menempati tempat-tempat kosong di pasar.

Alexander mengatakan, Pasar Jaya telah bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) agar asosiasi dapat meyakinkan anggotanya supaya bisa masuk ke pasar. "Kalau keluar lagi, harus ada ketegasan dari Pemerintah DKI," ujarnya.

Pedagang yang akan masuk ke pasar lingkungan memang tidak akan ditarik biaya sewa lagi. Namun, mereka tetap harus membayar biaya pengelolaan pasar (BPP) untuk yang menggunakan prasarana seperti listrik dan air. Dia memperhitungkan biaya ini akan naik, namun tidak akan jauh berbeda dengan BPP yang saat ini sudah diterapkan.

Perbaikan pasar tradisional, menurut Alexander, diperlukan, mengingat menggeliatnya pasar modern saat ini. Apalagi, banyak pedagang yang mulai mengeluh karena berkurangnya pembeli setiap harinya.

SUTJI DECILYA

Berita terpopuler lainnya:

ICW: Suswono Tinggal Menunggu Giliran

Ruhut: Jangan Samakan Aku dengan Ulil

Menteri Suswono Dicecar KPK Soal Pertemuan Medan

KPK Ancam Jemput Paksa Anak Hilmi Aminuddin

Bayi Meninggal Setelah Ditolak 10 Rumah Sakit

Meteor Rusia Lebih Besar dari Perkirakan Semula

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.