Tahun Ini, Sudah 3 Kali Ikan Mati Massal di Danau Maninjau

Syahrul Ansyari, Andri Mardiansyah (Padang)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Pelaksana tugas Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Edi Netrial, menyebutkan sejak Januari hingga April 2021, sudah ada tiga kali kejadian ikan mati secara massal di Keramba Jaring Apung (KJA) Danau Maninjau.

Menurut catatan, periode Januari dan Februari 2021, terdata ada sebanyak 15 ton ikan jenis Nila dan Majalaya di kawasan Bayua dan Koto Malintang yang ditemukan mati.

Lalu pada awal bulan ini, ada lima ton ikan milik petani ikan di daerah Galapuang juga mati mendadak. Dan yang terbaru kejadiannya sejak pekan lalu hingga kini.

“Sudah ada tiga kali kejadian. Dan yang terbaru saat ini. Data pertama yang tercatat total ikan yang mati saat ini sebanyak 10 ton,” kata Edi Netrial, Jumat, 30 April 2021.

Baca juga: Ikan-ikan di Danau Maninjau Mati Mendadak

Menurut Edi, kejadian kematian ikan secara massal ini, merupakan kejadian yang terus berulang. Waktunya kadang pada awal, pertengahan dan di akhir tahun.

Salah satu faktornya, disebabkan cuaca buruk. Adanya angin kencang sehingga terjadi upwelling atau pembalikan massa air yang mengakibatkan kadar oksigen di dasar danau berkurang.

“Jika kadar oksigen air danau berkurang, maka ikan-ikan itu akan naik kepermukaan. Tak lama mereka muncul kepermukaan, biasanya mati,” tutur Edi Netrial.