Tahun Lalu, Penjualan Sepeda Motor di RI Capai 3,6 Juta Unit

Pius Yosep Mali
·Bacaan 1 menit

VIVASepeda motor masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat Indonesia. Selain praktis untuk bepergian, harga untuk membeli kendaraan bermotor roda dua itu pun masih bisa terjangkau.

Untuk model skuter matik alias skutik misalnya, konsumen bisa memilikinya dalam kondisi baru mulai dari Rp16 jutaan rupiah. Sementara jenis motor bebek di diler resmi dilabeli harga mulai dari Rp14 jutaan sampai puluhan juta rupiah.

Meski harganya lebih terjangkau daripada membeli mobil baru, adanya pandemi COVID-19 membuat masyarakat menunda membelanjakan uangnya untuk membeli kendaraan roda dua. Kondisi ini pun berpengaruh untuk penjualan sepeda motor di Indonesia.

Sekjen Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Hari Budianto mengatakan, berdasarkan data, ada penurunan penjualan sepeda motor di Tanah Air saat terjadi pandemi.

"Secara total, tahun lalu penjualan sepeda motor di Indonesia itu 3.660.616 dari Januari sampai Desember. Bahkan di Mei tahun lalu, ," ujarnya saat dihubungi VIVA Otomotif, Jumat 29 Januari 2021.

Sementara itu, menilisik data dari laman resmi AISI, diketahui motor jenis skuter masih mendominasi penjualan kendaraan roda dua pada tahun lalu. Jumlahnya dari Januari sampai Desember mencapai 87,9 persen.

Sementara jenis kendaraan bermotor roda dua lainnya, yakni underbone hanya menyumbang 6 persen dari total penjualan nasional, lalu motor sport berkontribus sebanyak 6,1 persen dari total penjualan.

"Untuk ekspornya tahun lalu mencapai 700 ribuan unit. Dominasi skuter 75,5 persen, lalu motor sport 12,9 persen, dan Underbone 11,5 persen," paparnya.

Jika membandingkan dengan tahun sebelumnya, data yang sama memperlihatkan penjualan sepeda motor di Indonesia tahun 2019 mencapai 6,48 jutaan unit untuk di dalam negeri. Sementara ekspornya mencapai 810.433 unit.