Taiwan Buka Lowongan Kerja Bagi 40.000 TKI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Negara Taiwan dilaporkan membutuhkan sedikitnya 40.000 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk dipekerjakan di berbagai bidang. Lowongan pekerjaan yang tersedia terdiri dari sektor formal dan informal.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemennakertrans) melaporkan peluang kerja di Taiwan meliputi bidang konstruksi, sektor kelautan sebagai anak buah kapal ikan, dan sektor kesehatan sebagai caretakers (perawat lanjut usia).

”Perluasan pasar kerja di negara itu masih terbuka, karena kondisi perekonomian di Taiwan cukup bagus yang membutuhkan tenaga-tenaga kerja terampil sektor formal dan informal,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Dirjen Binapenta) Reyna Usman dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (9/8/2011).

Sampai akhir Juli 2011, terdata pada Kantor Dagang Ekonomi Indonesia (KDEI) bahwa ada 166.261 orang TKI bekerja di Taiwan. Selama ini, bagi TKI yang bekerja di Taiwan ada di sektor domestik ada 87 persen dan sisanya 13 persen bekerja di sektor semiformal dan formal di bidang manufaktur, kesehatan, pelaut atau anak buah kapal dan sektor konstruksi.

”Pemerintah akan memanfaatkan peluang kerja sektor formal dan informal itu dengan cara mempersiapkan calon TKI yang hendak bekerja dengan keterampilan yang memadai, sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan,” ujar Reyna.

Diharapkan, lanjut Reyna, peluang kerja di Taiwan ini menjadi salah satu alternatif negara penempatan selain kawasan Timur Tengah, terutama Arab Saudi yang saat ini tengah dalam status moratorium.

Pemerintah tidak hanya memperhatikan peluang kerja di Taiwan dan kualitas calon TKI sebelum diberangkatkan ke negara itu, tapi juga TKI purna penempatan melalu program motivator untuk calon TKI, sekaligus mengajarkan bahasa Mandarin dan karakteristik keluarga Taiwan.

Bahkan, untuk para TKI yang akan mengakhiri masa kontrak, diberikan pelatihan kewirausahaan dengan mengundang narasumber yang berkompeten dengan tujuan agar upah yang selama ini diperoleh menjadi modal usaha untuk berwirausaha di Tanah Air atau membentuk kelompok wirausaha.

Reyna menuturkan Kemenakertrans akan menindaklanjuti peluang kerja di Taiwan itu dengan melakukan koordinasi dengan PPTKIS (Pelaksana Penempatan TKI Swasta) dan lembaga terkait, seperti KDEI untuk mempersiapkan TKI yang akan bekerja ke negara itu.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.