Taiwan Klaim Punya Rudal yang Bisa Menghantam Beijing

Merdeka.com - Merdeka.com - Taiwan mengklaim memiliki kemampuan untuk menyerang ibu kota China, Beijing, dengan rudal supersonik buatan dalam negeri. Klaim ini disampaikan Ketua Majelis Legislatif Taiwan, You Si-kun.

You juga mengklaim, Taiwan mendapat petunjuk dari angkatan bersenjata Ukraina di tengah serangan Rusia yang masih berlangsung.

Anggota Partai Progresif Demokratik yang berkuasa ini juga menyampaikan, walaupun Taipei tidak ingin berkonfrontasi dengan China, pihaknya memiliki kemampuan untuk merespons konflik dengan kekuatan.

"Taiwan tidak akan mengambil inisiatif untuk menyerang Beijing, tapi sebelum Beijing ingin menyerang Taiwan, dia pertama-tama harus mempertimbangkan bahwa Taiwan memiliki kemampuan untuk menyerang," jelasnya, dikutip dari laman Russia Today, Senin (20/6).

Taiwan, lanjutnya, bisa "menghantam Beijing" dengan rudal jelajah supersonik Yung Feng yang dikembangkan di dalam negeri.

Pada 2018, Taiwan meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan kemampuan persenjataan Yung Feng, menggelontorkan lebih dari USD 400 juta untuk pengembangan rudal tersebut.

You juga menyinggung potensi permusuhan dengan China dan konflik yang memanas di Eropa Timur, serta menekankan pentingnya "kehendak membela diri" sembari menekankan Taiwan terinspirasi dari perang Rusia-Ukraina.

"(Partai Komunis China) harus melintasi Selat Taiwan untuk menyerang Taiwan, yang berbeda dengan serangan Rusia di Ukraina," jelasnya.

Menanggapi pernyataan You, perwakilan Kantor Urusan Taiwan di China, Ma Xiaoguang memperingatkan serangan apapun dari Taipe konsekuensinya akan mengerikan.

"Ocehan anggota kemerdekaan pro Taiwan yang keras kepala seperti You Si Kun hanya memperlihatkan sifat kegilaan mereka," jelasnya.

"Jika (mereka) berani menyerang batu dengan sebutir telur, itu hanya akan mempercepat kebinasaan (mereka)," tandasnya. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel