Taiwan Protes Klaim Pasport China

Taipei (AFP/ANTARA) - Taiwan pada Jumat memprotes China setelah mengeluarkan paspor baru dengan peta yang menampilkan dua tempat yang paling terkenal di Taiwan sebagai bagian dari wilayah China.


Presiden Taiwan Ma Ying-jeou mendesak China untuk tidak "secara sepihak merusak status quo dari stabilitas berjuang keras melintasi Selat Taiwan", ujar kantornya dalam sebuah pernyataan.


Paspor baru China dilengkapi dengan chip komputer dan peta yang mencakup Sun Moon Lake dan Cingshui Cliff, yang menjadi tujuan wisata populer di Taiwan.


‘Mainland Affairs Council’, badan pembuat kebijakan mengenai China, menekankan bahwa Taiwan "adalah sebuah negara berdaulat yang independen."


"China harus mengakui fakta bahwa kedua belah pihak telah memerintah secara terpisah ... dan latihan menahan diri saat menghadapi kontroversi," ujar dewan.


China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya menunggu reunifikasi, jika perlu dengan secara paksa, meskipun Taiwan telah memerintah sendiri sejak akhir perang sipil pada 1949.


Ketegangan masih terjadi antara kedua belah pihak selama beberapa dekade sampai Ma menjadi presiden pada tahun 2008 pada dengan kebijakan yang bersahabat dengan Beijing dan mengadopsi serangkaian kebijakan untuk meningkatkan perdagangan dan pertukaran sipil.


Paspor baru China juga memicu protes oleh Filipina dan Vietnam dengan menunjukkan berbagai pulau di Laut China Selatan sebagai di wilayahnya meskipun tumpang tindih dalam klaim kedaulatan.


Langkah Beijing pada Kamis memperkeruh hubungan diplomatik dengan paspornya yang baru-baru ini diperkenalkan, sementara juru bicara kementerian luar negeri mengatakan peta itu "tidak dibuat untuk menargetkan negara tertentu". (fr/ai)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.