Tak Ada Aturan PSSI soal Pangkas Gaji Pemain di Liga 1 2021

·Bacaan 1 menit

VIVA – Isu mengenai banyak pemain dan pelatih yang menolak rasionalisasi kontrak untuk Liga 1 2021 kembali menyeruak. PSSI buka suara soal ini dan memberi penjelasan tegas.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan, aturan yang pernah mereka keluarkan itu cuma berlaku ketika lanjutan Liga 1 2020 digagas. Tapi kini, soal itu tak lagi ada aturannya.

Menurut Yunus Nusi, kebijakan pemangkasan kontrak pemain seluruhnya diberikan kepada klub. PSSI sama sekali tidak memberlakukan hal tersebut.

"Kontrak pemain dan pelatih dengan klub, semuanya kita serahkan ke klub," tegas Yunus Nusi dalam konferensi pers virtual, Selasa 29 Juni 2021.

"Bahwa seperti yang disampaikan 25 persen atau tidak, itu kan berlaku di musim 2020. Untuk musim ini kami serahkan ke klub," imbuhnya.

Saat PSSI mengatur kebijakan ini, kondisi kompetisi memang sedang dalam ketidakpastian. Izin keramaian dari kepolisian tidak keluar, dan klub harus terus melakukan persiapan.

Guna menghindari kerugian klub lebih banyak lagi, kemudian dikeluarkan kebijakan pemangkasan gaji ketika itu. Tapi untuk musim 2021, situasinya sudah jauh berbeda.

Tapi ketika waktu penyelenggaraan Liga 1 2021 sudah dekat, PSSI kembali harus melakukan penundaan. Mereka mendapat surat dari Satgas COVID-19 untuk mengurungkan niat memulai kompetisi.

Alasannya tingkat pandemi COVID-19 saat ini sedang tinggi-tingginya. Akan jadi tidak baik jika kompetisi sepakbola tetap digulirkan.

Dalam surat yang diterima PSSI, dikatakan Yunus Nusi penundaan diminta sampai akhir Juli 2021 ini. Tapi semua itu masih tergantung perkembangan ke depan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel