Tak Ada dari RI, Ini 10 Maskapai Berbiaya Murah Teraman pada 2021

Dusep Malik
·Bacaan 1 menit

VIVA – Situs keselamatan penerbangan dunia AirlineRating.com mengumumkan peringkat maskapai berbiaya murah teraman di dunia pada 2021. Situs ini mencatat ada 10 maskapai berbiaya murah teraman, namun lagi-lagi maskapai dari Indonesia tak masuk catatan.

Dilansir dari AirlineRating.com, pada Selasa 26 Januari 2021, disebutkan bahwa maskapai berbiaya murah teraman di dunia ini memiliki catatan dalam sisi pelayanan dan tak banyak memiliki insiden dalam penerbangan.

10 Maskapai berbiaya murah teraman di dunia 2021 yaitu:

  1. Air Arabia

  2. Allegiant

  3. Easyjet

  4. Frontier

  5. Jetstar Group

  6. Jetblue

  7. Ryanair

  8. Vietjet

  9. Westjet

  10. Wizz

Pemimpin Redaksi AirlineRating.com, Geoffrey Thomas mengatakan bahwa pencatatan para sejumlah maskapai berbiaya murah tersebut berdasarkan sejumlah insiden serius yang telah dibuat keseluruhan pada maskapai tersebut.

Sebab, lanjut Thomas dari seluruh maskapai tersebut memang paling banyak mengalami insiden penerbangan setiap harinya. Insiden itu dari masalah manufaktur pesawat dan bukan masalah operasional maskapai.

"Kami melihat cara awak penerbangan menangani insiden yang menentukan maskapai bisa berjalan secara baik dari keadaan yang tidak aman," jelas Thomas.

Sebelumnya, AirlineRating.com juga telah mencatat 10 maskapai dengan peringkat paling aman di dunia pada 2021. Maskapai-maskapai ini dilihat dari inovasi penerbangan yang menonjol, terdepan dalam keselamatan, dan pengadaan pesawat baru.

10 maskapai penerbangan tersebut yaitu:

  1. Qantas

  2. Qatar Airways

  3. Air New Zealand

  4. Singapore Airlines

  5. Emiratest

  6. Eva Air

  7. Etihad Airways

  8. Alaska Airlines

  9. Cathay Pacific

  10. British Airways

Seperti diketahui, AirlineRatings diluncurkan pada Juni 2013 dan menilai keamanan, produk dalam penerbangan, dan kepatuhan COVID-19 dari 385 maskapai penerbangan dengan menggunakan sistem peringkat bintang tujuh yang unik.

Hal tersebut telah digunakan oleh jutaan penumpang dari 195 negara dan telah menjadi standar industri untuk keselamatan, produk, dan peringkat COVID-19.