Tak ada kaitan antara vaksin Covid-19 dengan gagal ginjal akut pada anak-anak, kata pakar kesehatan

Kementerian Kesehatan dan pakar kesehatan mengatakan tidak ada hubungan antara lonjakan kasus gagal ginjal akut di Indonesia dan vaksinasi Covid-19, seperti diklaim oleh berbagai unggahan media sosial. Kemenkes mengaitkan kasus gagal ginjal akut, yang telah menyebabkan kematian lebih dari 150 anak hingga akhir Oktober 2022, dengan zat berbahaya yang ditemukan dalam obat sirup.

Klaim salah itu dibagikan lebih dari 220 kali setelah diunggah di Twitter di sini pada tanggal 20 Oktober 2022.

"Turut berduka mendengar, melihat dan mengetahui anak-anak usia dini tiba-tiba terkena penyakit gagal ginjal misterius. Saya berpendapat 1000% semua itu diakibatkan oleh vaksin kovid laknatullah yang telah disuntikkan masuk kedalam jaringan darah. Pekerjaan setan-setan laknatullah," demikian bunyi cuitan tersebut.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 26 Oktober 2022

"Penyakit gagal ginjal misterius" dalam cuitan itu mengacu pada kasus gagal ginjal akut pada anak-anak yang melonjak tajam pada tahun 2022. Per 31 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan telah mencatat 304 kasus gagal ginjal akut, termasuk 159 di antaranya berakhir dengan kematian.

Gagal ginjal akut adalah kondisi di mana ginjal tiba-tiba berhenti bekerja dengan baik, dan dapat mencakup gagal ginjal total.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kasus gagal ginjal akut itu disebabkan oleh zat berbahaya -- seperti etilen glikol dan dietilen glikol -- yang ditemukan dalam beberapa obat sirup.

Hal ini mendorong pemerintah Indonesia melarang sementara penjualan obat sirup, seperti dilansir Tempo.co.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mencabut izin dua perusahaan yang memproduksi obat sirup terkontaminasi pada tanggal 31 Oktober 2022.

Kematian akibat gagal ginjal akut juga telah dilaporkan di Gambia. Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan kasus kematian itu kemungkinan terkait dengan obat batuk dan flu yang terkontaminasi.

Postingan menyesatkan yang mengklaim kasus gagal ginjal disebabkan vaksin Covid-19 juga telah dibagikan di Twitter di sini; di Facebook di sini dan di sini; dan di Instagram di sini, di sini, di sini dan di sini.

'Tidak disebabkan vaksinasi Covid-19'

Kementerian Kesehatan telah membantah klaim bahwa kasus gagal ginjal akut terkait dengan vaksinasi Covid-19.

Juru bicara Kementerian Kesehatan dr. M. Syahri mengatakan dalam sebuah pernyataan pada tanggal 18 Oktober 2022: "Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid 19 maupun infeksi COVID-19."

Menurut dr. Dicky Budiman, peneliti keamanan dan ketahanan kesehatan global di Griffith University di Australia, sangat kecil kemungkinan kasus gagal ginjal disebabkan oleh vaksinasi Covid-19.

"Gagal ginjal akut banyak penyebabnya, namun sejauh ini tidak ada literatur yang mengatakan karena vaksin Covid-19," katanya.

"Vaksin itu produk biomedis yang standar keamanannya sangat ketat. Dalam proses pengembangan, keamanannya diutamakan baru efektifitasnya," Dicky menambahkan.

Sementara itu, dr. R.A. Adaninggar Primadia Nariswari, dokter penyakit dalam di Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan di Surabaya, sepakat bahwa klaim tersebut tidak berdasar dari sudut pandang medis.

"Korban terbanyak justru anak-anak usia kurang dari 6 tahun yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19," kata Adaninggar.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mayoritas pasien gagal ginjal akut berumur antara 1 hingga 5 tahun.

Hingga tanggal 2 November 2022, anak-anak di Indonesia harus berusia minimal 6 tahun untuk mendapatkan vaksinasi.