Tak ada klaster COVID-19 angkutan umum di DKI Jakarta

·Bacaan 1 menit

Dinas Perhubungan DKI Jakarta tidak menemukan adanya klaster penyebaran COVID-19 pada moda transportasi umum saat pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan. saat pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pembatasan pihaknya bersama penyedia layanan transportasi langsung bergerak cepat dengan penerapan protokol kesehatan.

"Begitu pembatasan PPKM Level 3 kami bersama KCI, TransJakarta, MRT, LRT, begitu ketatnya menerapkan protokol kesehatan. Bahkan jumlah penumpang kami ketat, menjaga jarak, harus memakai masker," kata Syafrin Liputo dalam diskusi virtual, Rabu.

Syafrin menambahkan, salah satu upaya dalam mencegah penyebaran COVID-19 di moda transportasi umum adalah dengan menyediakan fasilitas seperti tempat cuci tangan hingga pencuci tangan (hand sanitizer) di tiap halte hingga stasiun.

Baca juga: Terjadi kenaikan jumlah penumpang angkutan umum saat PPKM Level 1
Baca juga: Dishub terjunkan 2.500 personel saat malam tahun baru cegah kerumunan

Tak hanya itu, ada juga petugas keamanan di tiap halte atau stasiun yang memantau calon penumpang terkait protokol kesehatan dengan pendekatan yang humanis.

"Kita ingin petugas dalam memberikan layanan di angkutan umum mengedepankan tiga prinsip harus prima, profesional, dan beretika," ujar Syafrin.

Begitu juga saat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 diterapkan dengan mengembalikan kapasitas angkutan umum 100 persen, tidak ditemukan kluster COVID-19.

"Dengan peningkatan jumlah penumpang dan kemudian kami mengambil kebijakan kapasitas 100 persen. Ini berdasarkan data dan pelaksanaan protokol kesehatan layanan umum di Jabodetabek tidak ditemukan kluster angkutan umum untuk COVID-19," kata Syafrin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel