Tak Ada Klub yang Tolak Penundaan Piala Wali Kota Solo 2021

·Bacaan 1 menit

VIVA – Peserta turnamen Piala Wali Kota Solo 2021 tak ada yang menolak penundaan penyelenggaraan. Sedianya ajang ini dilaksanakan pada akhir Juni hinga Juli 2021.

Namun beberapa saat lalu Satgas Daerah COVID-19 Jawa Tengah, Irjen Ahmad Lutfi meminta Piala Wali Kota Solo 2021 ditunda. Karena saat ini peningkatan pandemi COVID-19 begitu tinggi.

Ketua Organizing Comitee (OC), Cahyadi Wanda merespons hal itu. Dia mengatakan, pihak penyelenggara memilih patuh dengan menunda turnamen pramusim yang diikuti klub Liga 1 dan Liga 2.

"Turnamen ini harus ditunda hingga waktu yang belum bisa kami putuskan," kata Cahyadi dalam konferensi pers, Senin malam WIB 28 Juni 2021.

"Jelas kami selaku OC harus mengambil keputusan yang cepat. Sebaiknya memang ajang ini ditunda dan kita perlu mendukung upaya pemerintah menekan angka positif COVID-19," imbuhnya.

Cahyadi juga sudah berkoordinasi dengan klub-klub peserta Piala Wali Kota Solo 2021 saat ini. Mereka kesemuanya juga memilih untuk turut kepada anjuran Satgas Daerah COVID-19 Jawa Tengah.

Klub-klub memilih tunduk terhadap aturan pemerintah meski sebagian sudah berada di Solo. Bagi mereka, mendukung program pemerintah lebih penting.

"Setelah mengambil keputusan ini, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk klub yang sudah tiba di Solo. Respons yang kami terima, seluruh klub mendukung keputusan kami," tuturnya.

Delapan peserta Piala Wali Kota Solo 2021 berasal dari dua kasta kompetisi Indonesia. Dari Liga 1, Persib Bandung, Bhayangkara FC, Bali United, dan Arema FC yang mewakili.

Lalu ada Persis Solo selaku tuan rumah, AHHA PS Pati, Rans Cilegon FC, dan Sriwijaya FC sebagai tim yang berasal dari Liga 2.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel