Tak Berada di Rumah, Dua WNI Selamat dari Kebakaran di Australia

·Bacaan 2 menit

Sebuah rumah di Kilcoy, daerah pinggiran Kota Brisbane, Australia, yang dihuni warga asal Indonesia terbakar dan menewaskan dua orang. Pihak berwenang memastikan WNI yang tinggal di sana selamat.

"Kami sudah terima laporannya dan mengidentifikasi ada dua WNI yang tinggal di sana. Keduanya selamat," ujar Abdul Nazar dari Fungsi Pensosbud KJRI Sydney, Selasa (15/06).

Kepada wartawan ABC Indonesia Farid M. Ibrahim, Abdul Nazar menjelaskan, kedua WNI yang bernama Lia Isabella dan Melda Uliartha tersebut, kini ditampung di rumah lainnya.

"Kami terus berkoordinasi dan memantau kondisinya setelah warga kami ini mengalami kejadian tersebut," katanya.

Polisi Queensland pada hari Minggu (13/06) menyatakan telah menemukan mayat kedua di TKP setelah mayat pertama ditemukan sehari sebelumnya.

"Polisi menemukan mayat kedua pada pukul 3:00pm setelah melakukan investigasi dari tadi malam hingga hari ini," demikian disebutkan dalam pernyataan tertulis Kepolisian Queensland.

Kedua korban, menurut Lia, merupakan seorang wanita asal Taiwan dan seorang pria Australia.

"Untuk korban meninggal satu orang Taiwan dan satu orang Australia," katanya.

Sementara itu Melda yang dihubungi secara terpisah menjelaskan, dia dan rekannya Lia sedang tidak berada di rumah pada saat kejadian hari Sabtu.

"Kami sedang bekerja saat itu, jadi tidak tahu bagaimana kejadiannya," katanya.

Menurut Melda, ada enam orang yang tinggal di rumah yang terletak di jalan Golf Links Drive, yaitu pria pemilik rumah, dan lima orang lainnya yang mengontrak.

"Saya sudah sembilan atau 10 bulan tinggal di sana, karena lokasinya yang tidak jauh dari tempat kerja," katanya.

Melda dan Lia bekerja di salah satu pabrik pengolahan daging di Kilcoy.

Kekhawatiran dari tetangga

Tetangga yang tinggal tak jauh dari TKP, Mike Angelo, kepada ABC menjelaskan dia hanya mendengar bahwa penghuni rumah yang terbakar itu berasal dari Indonesia.

Mike yang berasal dari Filipina ini mengaku tak pernah berbicara langsung dengan tetangganya namun dia tahu kedua wanita tersebut juga bekerja di pengolahan daging Kilcoy Pastoral Company.

Rekan serumah Mike, Adnil Orillanede, menjelaskan dia juga tidak pernah berbicara dengan tetangganya itu meskipun bekerja di tempat yang sama karena perbedaan jam kerja.

"Mereka bekerja di tim berbeda," ujar Adnil kepada ABC News.

Seorang warga Kilcoy, Catherine Gabegan, menjelaskan tetangga yang tinggal tidak jauh dari TKP berupaya menolong untuk meloncat dari jendela rumah yang sedang terbakar.

"Mereka berupaya menolong perempuan itu tapi tampaknya dia sangat ketakutan," kata Catherine.

Kebakaran ini, katanya, sangat terasa dampaknya bagi komunitas setempat.

"Masyarakat Kilcoy di sini semakin banyak dihuni oleh warga dari berbagai negara. Sangat menyedihkan bagi kami, seperti kehilangan keluarga," ujarnya.

Melda menjelaskan, dirinya serta Lia untuk sementara ini masih berupaya menenangkan diri.

Dia telah kehilangan harta benda terutama dokumen penting seperti paspor.

"Kami juga ingin berterima kasih atas segala bantuan dari komunitas, khususnya warga asal Indonesia, ada yang jauh-jauh datang dari Sunshine untuk memberikan bantuan," katanya.

"Kami sangat terharu, karena bisa merasakan seperti ada keluarga sendiri di sini," ujar Melda lagi.

Laporan tambahan dari berita ABC News dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini

Simak artikel lainnya di ABC Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel