Tak bisa Hadir, Iko Uwais Minta Diperiksa Ulang Terkait Kasus Dugaan Pengeroyokan

Merdeka.com - Merdeka.com - Aktor laga Iko Uwais tak bisa menghadiri pemeriksaan polisi terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang Desainer Interior bernama Rudi. Selain Iko Uwais, Rudi melaporkan teman suami penyanyi Audy itu bernama Firmansyah ke Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/6).

"Terhadap terlapor IO dan F, rencana pemeriksaan hari ini kita panggil. Namun dari pihak pengacara menyampaikan nanti siang, sore ini akan datang ke sini bahwa yang bersangkutan belum bisa hadir," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki, Selasa (14/6).

Hengki mengatakan, Iko Uwais tak bisa menghadiri pemeriksaan dikarenakan ada kegiatan yang tidak bisa ditunda. Alasan itulah yang membuatnya tidak dapat memenuhi panggilan polisi.

"Yang bersangkutan belum bisa hadir, karena masih ada kegiatan dan akan dijadwalkan," ujar dia.

Meski begitu, pihakIko Uwais meminta kepada polisi mengagendakan ulang pemeriksaan pada 20 Juni 2022 mendatang. Iko Uwais rencananya bakal diperiksa masih dalam kapasitasnya sebagai saksi.

"Kita panggil masih berstatus sebagai saksi. Kita akan BAP, nanti lihat perkembangan bagaimana yang bersangkutan," tutupnya.

Kronologi Dugaan Pengeroyokan

Aktor laga Iko Uwais dilaporkan ke polisi. Dia diduga melakukan pengeroyokan kepada seorang pria di rumahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Iko dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/6). Iko dilaporkan bersama temannya bernama Firmansyah.

"Awalnya ini saudara Iko Uwais ini menggunakan jasa design interior milik korban. Untuk membangun rumahnya di Cibubur," kata Zulpan di Polda Metro.

Menurut dia, kedua belah pihak sudah sepakat tentang harga. Lalu Iko sebagai pengguna jasa telah melakukan pembayaran setengah harga dari yang disepakati.

"Setelah itu, ini (sisanya) ditagih oleh korban. Korbannya artinya orang yang bekerja di desain interior rumahnya itu," terang Zulpan.

Ditagih Tak Balas

Zulpan menambahkan, tagihan dikirimkan melalui WhatsApp. Namun tidak direspons oleh Iko Uwais. Kemudian korban bersama istrinya menagih langsung.

"Ketika korban ingin pulang dan melintas di depan rumah Iko Uwais. Kemudian saudara Iko Uwais memanggil korban dengan cara menepuk tangan dan berteriak. Setelah itu korban bersama dengan istrinya turun dari mobil," jelas dia.

Selanjutnya, Iko bersama istrinya Audi, Firmansyah (terlapor kedua) menghampiri terlapor. Setelah itu terjadi cek cok. "Setelah cek cok, lalu saudara Iko Uwais dan Firmansyah langsung memukul korban hingga korban mengalami luka-luka," ujar Zulpan.

Setelah kejadian tersebut, korban melaporkan Iko dan Firmansyah ke Polres Metro Bekasi Kota. Polisi akan segera dijadwalkan pemanggilan terhadap Iko Uwais.

Iko Uwais Laporkan Balik ke Polisi

Iko Uwais melaporkan balik Rudi atas kasus dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Laporan Iko Uwais tercatat dengan nomor LP/ B/2895/VI/2022/SPKT/Polda Metro Jaya.

"Laporan tindak pidana penganiayaan dan atau pencemaran nama baik dan atau fitnah. Pelapor Uwais Qorny, terlapor Rudi dan Vitria Mahardika Inda," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan dalam keterangan tertulis, Selasa (14/6).

Zulpan menerangkan, peristiwa penganiayaan yang dilaporkan Iko Uwais terjadi Jalan Boulevard Barat Cluster Vernonia Residence, Kota Bekasi.

Sebagaimana yang disampaikan Iko Uwais saat membuat laporan polisi (LP). Zulpan menyebut, pelapor yakni Iko Uwais sepakat memakai jasa terlapor yakni Rudi terkait desain interior dengan nilai Rp 300 juta. Kedua pihak sepakat dilakukan secara bertahap yakni 20%, 30%, dan 50%.

"Saudara Iko Uwais sudah membayarkan termin 1 dan termin 2, namun terlapor atas nama Rudi ini tidak memenuhi kewajibannya, karena mengeluarkan gambar tidak sesuai," ucap Zulpan.

Iko Uwais lalu meminta berkomunikasi dengan Rudi untuk memperbaiki sesuai gambar awal. Namun, tak direspon baik oleh Rudi. Dia menghina Audy, istri Iko Uwais.

"Terlapor menyebut istri korban menggunakan jin dan babi ngepet yang disampaikan kepada saksi. ART korban dan ART terlapor sediri," ujar Zulpan.

Zulpan menerangkan, saksi dari pihak Iko Uwais mencoba menghubungi Rudi pada 11 Juni 2022. Namun, tak ada titik temu. Rudi saat itu beralasan sedang di luar kota.

Tak berselang lama, Iko Uwais melihat Rudi melintas dekat rumahnya. Kejadian itu direkam Iko Uwais.

"Terlapor merasa tidak terima dan meneriaki korban beserta keluarga korban. Terlapor 2 (Vitria Mahardika Inda) yang berada di lokasi merekam keributan tersebut dan mengancam akan menyebarkan video ke media sosial," ujar Zulpan.

Zulpan menerangkan, Iko Uwais mencoba menghentikan terlapor yang merekam video tersebut. Namun, pengakuan Iko Uwais, ia justru ditendang.

"Terlapor menendang korban pada bagian rusuk sebelah kiri yang menimbulkan luka memar dan terlapor Rudi berusaha membanting korban," jelas Zulpan.

Atas kejadian itu, Iko Uwais membela diri. Zulpan menerangkan, Iko Uwais mendorong terlapor Rudi hingga terjatuh. Ketika itu, Firmansyah adik Iko Uwais berusaha melerai, namun terlapor Rudi malah mengambil tong sampah dan memukulkan ke kepala Firmansyah.

"Melihat hal itu, Saudara Iko Uwais merespons dan menendang terlapor," tandas Zulpan. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel