Tak cuma "bakar duit", GoTo klaim punya peta jalan capai profit

President Grup GoTo Patrick Cao mengeklaim perusahaan telah mempunyai peta jalan yang jelas untuk mencapai profitabilitas pada masa mendatang dan tidak hanya sekedar "bakar duit".

"Kami memiliki peta jalan menuju profitabilitas yang sangat jelas. Kami telah melaksanakan berbagai strategi termasuk meningkatkan upaya monetisasi melalui berbagai cara," ujar Patrick saat paparan publik secara daring yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Dari sisi teknologi, lanjut Patrick, perseroan akan terus mengefisiensikan biaya operasional. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan lebih banyak promo yang didanai merchant atau merchant funded promotions.

"Kami juga akan terus membangun sinergi ekosistem yang lebih erat antara lain melalui penyamaan program rewards untuk konsumen," kata Patrick.

Sementara itu, CEO Grup GoTo Andre Soelistyo mengatakan fokus GoTo adalah mencapai pertumbuhan berkelanjutan untuk mempercepat langkah perseroan menuju profitabilitas.

"Kami akan terus memberikan solusi teknologi terbaik bagi masyarakat dengan fokus pada empat area sinergi. Kami percaya dengan sinergi tersebut kami bisa tingkatkan kenyamanan bagi pelanggan, driver dan merchant," ujar Andre.

Empat area sinergi tersebut antara lain meningkatkan cross-selling antar platform, memaksimalkan strategi hyperlocal pada layanan logistik dan pemenuhan (fulfilment), mengintegrasikan layanan fintech antar platform secara lebih dalam, dan meningkatkan layanan nilai tambah untuk memberi manfaat lebih bagi mitra driver dan merchant.

Menurut Andre, ekosistem GoTo menawarkan layanan yang lengkap dan didukung oleh armada logistik, layanan fintech, dan pembayaran terpadu yang mampu membawa lebih banyak pengguna di ekosistem perseroan.

"Dan semakin banyaknya konsumen yang masuk ke dalam ekosistem kami, para mitra merchant juga akan tertarik untuk berada dalam platform kami, karena penjualan akan terus meningkat dan juga mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi," kata Andre.

Bahkan, lanjut Andre, GoTo juga bisa membantu para merchant tersebut dengan memberikan banyak layanan value added services.

"Semakin banyaknya pedagang dan konsumen, transaksi akan semakin banyak sehingga mitra pengemudi juga akan lebih banyak lagi menerima order dan menambah penghasilan mereka," ujar Andre.

Pada kuartal I 2022, GoTo masih mengalami rugi bersih Rp6,6 triliun. Nilai transaksi bruto atau GTV perusahaan mencapai Rp140 triliun dan pendapatan bruto sebesar Rp5 triliun.

Untuk kuartal II 2022, GTV perseroan diperkirakan akan akan berada di kisaran Rp142 triliun hingga Rp150 triliun. Sedangkan pendapatan bruto akan mencapai kisaran Rp5,3 triliun sampai Rp5,6 triliun.


Baca juga: GoTo siapkan empat strategi untuk perkuat pangsa pasar di Indonesia
Baca juga: Prospek pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dinilai optimis
Baca juga: Gojek catatkan kenaikan jumlah pemesanan EV Electrum di platform

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel