Tak Cuma Rusak Usus, Makanan Ini Juga Jadi Penyebab Stunting

Donny Adhiyasa, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVAStunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak. Gagal pertumbuhan tersebut bisa terjadi pada tubuh maupun otak, akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Kasus stunting sendiri masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Pada tahun 2019 saja, jumlah kasus stunting mencapai angka 27,6 persen. Angka tersebut tentu sangat mengkhawatirkan, karena masa depan bangsa berada di tangan 79,55 juta anak Indonesia (BPS, 2019).

Oleh karena itu, seluruh pihak harus memerhatikan tumbuh kembang anak, mulai sejak dalam kandungan, usia bayi, hingga mereka memasuki masa emasnya. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menekan angka stunting ini?

Spesialis gizi klinik, Dr. Feni Nugraha, MARS, MGz, SpGK, mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan asupan makanan yang bergizi untuk anak, dimulai dari sarapan.

"Memberikan sarapan untuk anak juga jangan salah pilih, harus yang bisa membantu melengkapi asupan gizi di pagi hari. Pemberian mi instan untuk anak juga sebaiknya dihindari," ujarnya saat peluncuran produk Bubur Instan, baru-baru ini.

Lebih lanjut, dokter Feni menjelaskan, bahan utama pembuatan mi instan adalah tepung. Di mana bahan tersebut termasuk ke dalam jenis karbohidrat sederhana.

"Jadi susah dicerna, dan bisa merusak usus. Itu sebabnya mi instan gak bisa dikonsumsi berlebihan," ungkap dia.

Selain itu, menurut Feni, mi instan juga tidak memiliki nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

"Namun, tak dapat dipungkiri sampai saat ini, masyarakat masih menjadikan mi instan sebagai alternatif makanan yang murah dan praktis untuk meredam lapar dan kesehatan pun terabaikan," imbuhnya.

Feni pun turut mengimbau kepada para ibu agar lebih bijak dan kreatif dalam memilah dan mengolah makanan untuk anak.

"Banyak pilihan makanan lain yang lebih sehat, salah satu pilihan tersebut adalah bubur yang tentunya lebih mudah dicerna dan lebih sehat untuk disantap setiap hari," tuturnya.

Feni menjelaskan, bubur juga bisa dikombinasikan dengan bahan makanan sumber protein, seperti telur dan sayuran, agar kebutuhan zat gizinya lebih lengkap.

Nah, jika tidak sempat membuat bubur sendiri, Bubur Instan bisa jadi pilihan, yang memiliki berbagai varian rasa, seperti kuah soto, kuah kari, bubur ayam, dan bubur abon sapi.