Tak Dapat Data Vaksin Covid-19 dari Dinkes Sumut, Bobby Cari Hingga Kemenkes

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Penyaluran vaksin Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) ke pemerintah daerah di 33 kabupaten/kota disinyalir bermasalah, karena pendistribusian yang tidak merata.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengungkapkan, jumlah dosis vaksin yang diterimanya tidak sama dengan kuota dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Misalnya masuk ke provinsi 100.000. Sedangkan untuk kabupaten kota, misalnya Medan dari 100.000 masuk dapat berapa, kabupaten kota dapat berapa, terkadang itu tidak terinformasi dengan jelas, seberapa kami dikasih kami terima," kata Bobby saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (29/10/2021).

Ketika Medan masih berada di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Bobby mengaku berkoordinasi dengan Kemenkes tentang vaksin Covid-19, termasuk jumlah dosis yang diterima Kota Medan saat pengiriman ke Provinsi Sumut.

"Dari setiap pengiriman jatahnya ada berapa? Ini yang menjadi kabupaten kota persentase ada tinggi dan rendah. Sepenglihatan yang saya terima hampir merata yang dikirimkan, terkhusus kabupaten kota, berapa dosis satu dan berapa dosis dua. Yang jelas ini mendekati, terjadi di Medan," paparnya.

Selanjutnya Bobby mencontohkan jumlah ketika Medan mendapat jatah 50.000 dosis, namun yang diterima hanya 30.000 dosis. Karena mengetahui ada kekurangan, pihaknya mencoba menjalin komunikasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut.

"Setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan provinsi baru beberapa minggu kemudian sisa vaksin dikembalikan kepada Kota Medan. Ini beberapa terjadi, ini hanya permisalan, mungkin terjadi di kabupaten kota lain," sebutnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pengurangan Jatah

Ilustrasi vaksin COVID-19 Foto oleh Thirdman dari Pexels
Ilustrasi vaksin COVID-19 Foto oleh Thirdman dari Pexels

Bobby juga menjelaskan, akibat tidak mendapat akses data tentang jumlah dosis vaksin dari Dinkes Sumut, pihaknya mencarinya sampai ke Kemenkes. Di sana (Kemenkes) Bobby justru mengetahui adanya pengurangan jatah dosis vaksin untuk Kota Medan.

"Jatah Medan dapat 50.000, namun yang diberikan pada kami cuma 30.000, pak," kata Bobby melaporkan kepada Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, yang memimpin rapat tersebut.

Setelah mengetahui terjadi adanya pengurangan jatah dosis vaksin Covid-19 di Medan, Bobby kemudian berkomunikasi dengan Dinkes Sumut.

"Mungkin ini pak yang menjadikan beberapa kabupaten kota di Sumut persentase ini ada yang tinggi dan rendah. Karena sepengetahuan sepenglihatan saya, yang kami terima rata-rata hampir tak merata, pak," paparnya.

Sebelumnya, Bobby juga mengungkapkan bahwa dirinya kesulitan mengakses data jumlah dosis vaksin untuk Kota Medan. Untuk itu, Bobby ingin Pemprov Sumut transparan soal distribusi vaksin.

"Informasi vaksinasi dari provinsi melaluinya dinas kesehatan kadang jumlahnya kami gak tahu, masuk ke provinsi," ucapnya.

Tidak Ada Pemberitahuan

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (29/10/2021)
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Jumat (29/10/2021)

Menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu menilai seperti ada sesuatu yang ditutupi oleh Dinkes Sumut. Apalagi tidak ada pemberitahuan terkait jumlah dosis yang diterima.

"Medan itu dapat berapa dan kota-kota lainnya dapat berapa, kami kadang informasinya tidak dapat pak, jadi kadang berapa kami dikasih kami terima pak, terakhir Medan masuk Level 4," jelas Bobby.

Untuk diketahui, jumlah warga Medan yang memenuhi syarat menerima suntikan vaksin Covid-19 lebih dari 1,9 juta jiwa. Sedangkan capaiannya mencapai 65,25 persen.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel