Tak Dapat Insentif, Segini Penjualan Motor Maret 2021

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Para produsen mobil sedang bergembira, karena beberapa produk mereka mendapatkan relaksasi pajak barang mewah atau PPnBM dari pemerintah. Sayangnya, hal yang sama tidak dialami oleh pabrikan sepeda motor.

Hingga akhir tahun ini, pembeli mobil tipe tertentu bisa untung hingga puluhan juta rupiah dari adanya insentif tersebut. Hal ini langsung berdampak pada kenaikan angka penjualannya, yang mencapai lebih dari 100 persen.

Membeludaknya pemesanan berdampak pada panjangnya antrean pengiriman unit ke konsumen. Meski pabrikan sudah menaikkan kapasitas produksi, tapi jumlahnya belum sebanding dengan permintaan.

Sementara itu, perusahaan yang membuat sepeda motor hanya bisa mengandalkan pulihnya ekonomi masyarakat, yang sampai saat ini masih dalam suasana pandemi.

Diskon yang didapatkan oleh pembeli kuda besi, cuma berasal dari diler saja. Besarannya tentu tidak sebanding, dengan yang didapatkan oleh konsumen mobil.

Meski demikian, bukan berarti angka penjualan motor jadi stagnan. Peningkatan juga terlihat, walau angkanya masih di bawah 50 persen.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia atau AISI, Senin 26 April 2021, pengiriman unit motor dari pabrik ke diler pada Februari lalu berjumlah 377.776 unit.

Pada bulan berikutnya, terjadi kenaikan sebanyak 38 persen menjadi 521.424 unit. Hal itu merupakan yang pertama kalinya terjadi pada tahun ini, karena sebelumnya dari Januari ke Februari justru terjadi penurunan sebanyak 4 persen.

Jika ditotal, maka selama tiga bulan di 2021 angka distribusi motor ke diler berjumlah 1.293.933 unit. Jumlah itu lebih rendah 17 persen dari periode yang sama di tahun 2020, yang angkanya tercatat sebesar 1.570.464 unit.