Tak Efektif Tangani Corona, Investor Bakal Malas Masuk ke Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng mengatakan, penanganan pencegahan virus corona (Covid-19) tak dapat dipisahkan dari ketahanan ekonomi.

Namun demikian, ia berharap pemerintah juga tidak gegabah dalam membuka suatu peluang ekonomi padahal kondisinya belum tepat. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah bisa membangun komunikasi yang baik dalam menangani pandemi ini.

"Kita mau atasi ini supaya ekonomi itu cepat berjalan. Tapi kan harus kita lihat juga, apakah sudah timing-nya tepat, atau apakah masih ada hal-hal yang harus kita lakukan sebelum misalnya membuka satu peluang di bidang ekonomi," ungkapnya dalam sesi teleconference, Selasa (12/5/2020).

"Jadi kembali, organisasi, akuntabilitas dan komunikasi ini yang perlu dibangun dengan sangat cepat," dia menegaskan.

Tanri Abeng pun mendesak pemerintah untuk tidak menunda hal tersebut. Sebab jika tidak, itu dapat merambah kepada masalah ekonomi yang akan memberikan dampak tidak positif di masa depan.

"Karena begini, apa yang terjadi kalau kondisi penanganan Covid-19 ini tidak efektif, itu akan mempengaruhi langkah-langkah dari pebisnis, khususnya pebisnis asing, untuk melakukan investasi. Mereka khawatir Indonesia tidak memiliki kemampuan menangani Covid-19 ini secara efektif," ujarnya.

Penanganan Belum Efektif

Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (3/2). RUPS Pertamina hari ini memutuskan mencopot Direktur Utama Dwi Soetjipto dan Wakil Direktur Utama Ahmad Bambang dari jabatannya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menurut dia, saat ini memang sudah terjadi proses penanganan, tapi belum efektif. Itu terbukti dari angka pertambahan pasien positif corona yang terus meningkat sehingga kurvanya belum bisa stabil, apalagi menurun.

"Padahal presiden sudah menginstruksikan sudah mulai harus turun bulan Mei ini. Ini kan sesuatu yang tidak bisa dipaksakan. Yang bisa dilakukan adalah perbaiki manajemennya supaya efektif, efisien," imbuh Tanri Abeng.