Tak Efisien, BTN Bakal Tutup 30 Kantor Cabang di Semester I 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2020, Bank Tabungan Negara (BTN) telah menutup 125 kantor cabang yang dinilai tidak efisien. Penutupan cabang tersebut juga akan terus berlanjut di tahun 2021. Setidaknya, akan ada 30 kantor cabang yang bakal di tutup di semester pertama tahun ini.

"Tahun lalu kita tutup 125 kantor cabang. Tahun ini kita tambah lagi tapi enggak sebanyak itu, semester 1 ini sekitar 30," kata Direktur Distribution & Ritel Funding, BTN, Jasmin dalam konferensi pers Paparan Kinerja per 31 Desember 2020, Jakarta, Senin (15/2).

Jasmin menuturkan, saat ini Bank BTN tengah melakukan pemetaan (mapping) kantor cabang demi memaksimalkan kinerja perseoran. Beberapa kantor yang ditutup merupakan kantor cabang yang dinilai kurang efektif dan efisien.

"Kalau duplikasi DPK enggak efisien kita tutup. Ini jadi nanti semakin baik," kata Jasmin.

Meski begitu, penutupan kantor cabang yang dilakukan tidak diikuti dengan pemberhentian hubungan kerja (PHK) bagi pegawai di cabang tersebut. Sebaliknya, para pegawai dipindahkan ke unit atau kantor cabang lain.

Dalam rangka pemetaan ulang kantor cabang, BTN tahun ini akan membuka 15 kantor cabang di wilayah khusus. Seperti kawasan industri, perkantoran dan instansi lainnya.

"Kita akan membuka 15 kantor cabang di instansi perkantoran, kawasan industri yang merupakan pasar bagi BTN," kata dia.

Selain itu, tugas dan fungsi kantor cabang BTN akan mengalami perubahan. Para kantor cabang ini akan didorong untuk menjual produk BTN, CASA, hingga pembiayaan untuk konsumer atau SME.

Jasmin tak mau, kantor cabang BTN hanya untuk memberikan pelayanan dan melakukan transaksi konvensional. "Jadi cabang ini lebih banyak jualan, casa, lending consumer dan SME. Kita ubah konsepnya jadi sale dan service," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Laba BTN Tembus Rp 1,6 Triliun di 2020

Likuiditas Bank BTN dinilai aman meski pandemi Covid-19 belum juga reda (dok: BTN)
Likuiditas Bank BTN dinilai aman meski pandemi Covid-19 belum juga reda (dok: BTN)

Sepanjang tahun 2020, mencetak laba bersih PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sebesar Rp 1,6 triliun. Capain ini naik 665,71 persen dari tahun 2019 yang hanya Rp 209 miliar.

"Laba kita tahun ini naik Rp 1,6 triliun dari sebelumnya di sekitar Rp 200 miliar-an," kata Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers Paparan Kinerja per 31 Desember 2020, Jakarta, Senin (15/2).

Nixon memaparkan, peningkatan laba bersih perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp 25,16 triliun pada kuartal IV-2020. Pendapatan bunga tersebut disumbang penyaluran kredit yang tetap bertumbuh meski berada di bawah tekanan pandemi.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63 persen yoy menjadi Rp 120,72 triliun yang menjadi penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Sehingga kredit perumahan BTN secara total naik sebesar 2,29 persen yoy menjadi Rp234,78 triliun per kuartal IV-2020.

Di segmen kredit non perumahan, penyaluran yang diberikan senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran tersebut ditopang oleh kredit korporasi yang naik 77,81 persen Rp 11,94 triliun dan kredit konsumer naik menjadi 4,55 persen menjadi Rp 5,11 triliun.

Sehingga totalnya penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp 260,11 triliun. Naik 1,68 persen (yoy) dari Rp255,82 triliun di tahun 2019.

Selain itu, Nixon mengatakan tren kualitas kredit mengalami tren membaik. Per 31 Desember 2020, Non Performing Loan (NPL) net Bank BTN tercatat sebesar 2,06 persen. Turun 90 bps dari 2,96 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kualitas kredit bank yang menginjak usia 71 tahun pada 9 Februari lalu ini juga mencatatkan tren membaik," kata dia.

Sementara itu rasio coverage Bank BTN juga meningkat hingga lebih dari 2 kali lipat. Ini dilakukan sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi Covid-19. Pada kuartal IV-2020, rasio coverage Bank BTN tercatat sebesar 115,02% atau melonjak dari 50,01% pada kuartal IV/2019.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: