Tak Hanya di Masa Pandemi COVID-19, Cuci Tangan Pakai Sabun Perlu Berlanjut hingga jadi Kebiasaan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Cuci tangan pakai sabun (CTPS) menjadi salah satu cara mencegah penularan COVID-19. Maka dari itu perilaku CTPS perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Direktur Kesehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg. R. Vensya Sitohang M. Epid. Menurutnya, keberlanjutan perilaku CTPS diperlukan karena tangan memiliki kemungkinan besar membawa berbagai virus penyakit.

“Kalau perilaku CTPS tidak dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari maka akan banyak sekali yang bisa terbawa ke dalam tubuh seperti penyakit diare, scabies, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut, dan hepatitis,” ujar Vensya dalam seminar daring Katadata, Rabu (31/3/2021).

Alasan tersebut seharusnya menjadi dasar yang kuat mengapa CTPS ini harus terus-menerus dilakukan, tambahnya.

Dalam kasus COVID-19, CTPS dapat mengurangi penularan virusnya secara tidak langsung. Misal, virus ada di tangan kemudian tangan menyentuh wajah, hidung, mata, atau mulut, hal tersebut bisa menyebabkan penularan jika tidak CTPS.

“Oleh karena itu, CTPS perlu dilakukan, kembali lagi CTPS-nya harus menggunakan air bersih dan mengalir.”

Tidak beda jauh dengan kasus COVID-19, pada kasus diare pun sumber penyakit yang berada di tangan dapat berpindah ke mulut ketika makan. Selain merugikan diri sendiri, sumber penyakit yang ada di tangan pun dapat menular ke orang lain ketika berjabat tangan, katanya.

“CTPS memang bukan hanya perlu dilakukan di masa pandemi tapi harus berkelanjutan menjadi kebiasaan kita sehari-hari.”

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Panduan Pemicuan CTPS

Guna memicu masyarakat untuk menjadikan CTPS sebagai kebiasaan sehari-hari, pihak Plan Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta dukungan dari DFAT Australia meluncurkan Panduan Pemicuan Perubahan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah/Madrasah dan Masyarakat.

Menurut Water for Women Project Manager, Yayasan Plan International Indonesia, Silvia Landa, panduan ini tidak hanya untuk memicu perubahan perilaku, tapi juga untuk membantu melengkapi berbagai dokumen yang sudah ada, seperti panduan pemicuan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di komunitas.

Ia menambahkan, perubahan perilaku CTPS adalah hal yang sangat sederhana tapi belum tentu semua orang mau melakukannya.

“Sehingga butuh sedikit dorongan atau sedikit pemicu dan untuk memicu ini butuh panduan untuk mendukungnya,” ujar Silvia dalam seminar yang sama.

Penyusunan panduan ini dilatarbelakangi dengan situasi perilaku CTPS yang semakin menurun di masyarakat. Padahal, Indonesia masih dalam situasi pandemi di mana CTPS adalah salah satu cara mencegah penularannya, tambah Silvia.

“Harapannya, panduan-panduan ini dapat membantu untuk mempersiapkan dibuka kembali sekolah dan juga mengurangi penularan COVID-19,” tutupnya.

Infografis Yuk Perhatikan Cara Cuci Tangan yang Benar

Infografis Yuk Perhatikan Cara Cuci Tangan yang Benar. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Perhatikan Cara Cuci Tangan yang Benar. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini