Tak Hanya DKI, Kisruh PPDB Juga Terjadi di Tangerang

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah orang tua siswa berunjuk rasa di depan SMPN 15 Karawaci, Kota Tangerang. Sambil membawa sejumlah atribut dan poster, mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap aturan zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, tahun ajaran 2020.

Lantaran para orang tua tidak mendapatkan tanggapan dari pihak sekolah, sejumlah perwakilan orang tua memaksa masuk ke dalam sekolah. Setelah sempat tegang dengan pihak keamanan sekolah, akhirnya dialog antara kedua pihak dilakukan.

"Keinginan warga itu untuk bersama-sama dalam hal ini bertanya kepada pihak sekolah. Dasarnya adalah jawaban yang tidak menyenangkan untuk kami," kata salah satu orang tua siswa bernama Ilman, dalam video yang diunggah akun Youtube tvOne News, Rabu 1 Juli 2020.

Hingga saat ini di SMPN 15 Karawaci sendiri sudah tercatat ada 176 calon siswa yang sudah diterima melalui tahap zonasi. Selanjutnya para calon siswa tersebut harus menjalani proses daftar ulang.

"Ini untuk lebih jelas kan ditempel pengumumannya di depan. Tapi kurang tahu juga karena bukan panitia yang sudah diterima kan zonasi 176 ini baru hari ini daftar ulang. Kita juga belum tahu yang daftar ulang kan online juga," kata salah satu perwakilan sekolah.

Baca juga: Lion Air Group Lakukan Pengurangan 2.600 Karyawannya

Sebelumnya aksi unjuk rasa juga sempat dilakukan orang tua siswa terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka meminta prioritas usia yang ada diaturan PPDB di ibu kota agar dihapus.

Koordinator orangtua siswa bernama Tita Soedirman mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk protest, karena Anies enggan menghapus prioritas usia dalam PPDB di DKI Jakarta. Padahal, sebelumnya para orangtua telah bertemu melakukan audensi dengan Anies Baswedan perihal tersebut.