Tak Hanya Lewat Medsos, Kaum Antivaksin Covid-19 Sebarkan Hoaks Hingga Pasar Swalayan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya hoaks seputar vaksin covid-19 terjadi di seluruh dunia, tak terkecuali Australia. Bahkan peredaran hoaks tersebut sangat meresahkan karena sudah merambah ke seluruh masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Dr Kaz Ross Spesialis Studi Asia sekaligus peneliti independen ekstremisme, teori konspirasi, dan aktivitas digital. Ia menyebut komunitas antivaksin berpura-pura berperan menjadi orang baik dengan membagikan informasi padahal informasi tersebut hoaks.

Tak hanya melalui media sosial saja, komunitas antivaksin tersebut juga telah merambah ke pasar swalayan dengan menempelkan kode QR palsu, yang menghubungkan dengan situs antivaksin. Bahkan komunitas antivaksin tersebut juga sengaja masuk ke daerah pusat wabah covid-19.

"Pinggiran bagian utara Kota Melbourne, mereka berkeliaran di tempat-tempat itu, mereka menempelkan kode QR palsu, sehingga jika orang berpikir bahwa mereka sedang mengkode QR ke supermarket [tetapi] mereka sebenarnya mengklik ke situs anti-vax," ujar Dr Ross dilansir ABC.

Salah satu warga Australia, Mohamed pun mengemukakan keprihatinannya. Ia menilai penyebaran hoaks yang masif bisa mempengaruhi warga untuk tak mau divaksin covid-19.

"Ada beberapa klip video yang beredar di media sosial, yang membuat orang tua takut untuk tidak mempromosikan anak-anak mereka untuk menerima vaksin. Kita perlu terus memiliki lebih banyak orang di lapangan dan penyampaian pesan yang jauh lebih konsisten dan ditargetkan ke komunitas yang berbeda sehingga mereka sepenuhnya menyadari apa yang terjadi," ucap Mohamed.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel