Tak Hanya Oezil, Demba Ba Juga Bersuara Lantang soal Muslim Uighur

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Protes keras terkait penganiayaan pemerintah China terhadap muslim Uighur ternyata tak hanya datang dari gelandang Arsenal, Mesut Oezil. Bomber Istanbul Basaksehir, Demba Ba juga sempat menyuarakan hal serupa.

Oezil menjadi sorotan karena kicauan di media sosial pada Desember 2019 silam. Pemain asal Jerman ini begitu kecewa karena umat Islam terkesan diam saja melihat maraknya penganiayaan terhadap Muslim Uighur.

Sementara itu, Ba mengungkapkan keluh kesahnya pada Agustus 2020. Mantan pemain Chelsea ini menyerukan kepada pemain sepakbola agar kompak memberikan dukungan pada Muslim Uighur.

Ba mencontohkan saat ada rasisme, pesepakbola langsung kompak dengan gerakan Black Lives Matter. Mengapa hal itu tak dilakukan untuk Uighur?

Baca juga: Cuitan Lengkap Mesut Oezil soal Muslim Uighur yang Sempat Heboh

"Pergerakan Black Lives Matter menjadi lebih kuat saat orang non kulit hitam melangkah untuk itu. Kapan kita melihat seluruh dunia membela Muslim?" kata Ba pada BBC Sport.

Sebuah foto satelit mengungkap bahwa pemerintah China telah membangun 260 kamp penjara yang mampu menampung ratusan ribu Muslim Uighur dalam tiga tahun terakhir.

Pengungkapan itu muncul setelah berbulan-bulan meningkatnya kecaman internasional atas dugaan penahanan, indoktrinasi dan pelecehan terhadap etnis Uighur di seluruh wilayah provinsi Xinjiang.

"Saya harus mencoba dan mengatur sesuatu agar pemain bola bisa bersama-sama membicarakan masalah ini, karena tak semua orang mau melakukannya. Saya tahu, ada pesepakbola yang ingin memperjuangkan keadilan, baik mereka Muslim, Budha, Kristen, atau agama apa pun," ucap Ba.

"Sebagai olahragawan, kami memiliki kekuatan yang tak diketahui. Jika kami berkumpul dan berbicara banyak hal berubah. Jika kami berdiri, orang akan berdiri bersama kami," tegasnya.