Tak Hanya Tanaman Porang, 8 Varietas Ini juga Mudah Ditanam dan Menguntungkan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman porang kini tengah jadi sorotan setelah pemerintah Indonesia berkomitmen mengejar peningkatan ekspor varietas tersebut di pasar global. Komoditas ini dinilai punya beragam potensi untuk jadi primadona di pasar ekspor, sekaligus menyumbang pendapatan negara yang sangat besar.

Umbi porang menurut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim, memiliki nilai ekonomis tinggi dan berfungsi sebagai bahan baku berbagai macam industri. Seperti dalam industri makanan, olahan porang dan ekstrak glukomanan selanjutnya digunakan dalam pembuatan mie shirataki, beras konnyaku, pasta porang dan pengental.

Selain tanaman porang, sejumlah varietas ini juga dinilai memiliki nilai ekonomis. Tak hanya bermanfaat dalam hal konsumsi untuk diolah sebagai makanan.

Menanam tanaman untuk mendapat keuntungan adalah cara yang bagus dan mudah untuk dilakukan. Selain dapat menambah keterampilan berkebun dan menjadikannya lahan bisnis yang serius.

Tanaman yang paling menguntungkan tak selalu tanaman yang ditemukan di kebun sayur rumahan. Banyak jenis khusus yang mudah untuk tumbuh dan dapat menghasilkan $90000 atau Rp 1,3 miliar per ekar (acre).

Bagian terbaiknya, sebagian besar tanaman khusus dapat ditanam tanpa perlu adanya komitmen waktu. Berikut ini delapan tanaman masuk katefori tersebut, dilansir dari Profitable Plants, Sabtu (21/8/21):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Bambu

ilustrasi hutan bambu (Foto: unsplash/Mirko Blicke)
ilustrasi hutan bambu (Foto: unsplash/Mirko Blicke)

Untuk dapat memilikinya, pembeli harus membayar sebesar $150 atau Rp 2 juta untuk satu tanaman bambu pot. Banyaknya permintaan bambu, membuat petani merasa sulit memenuhi permintaan.

Bambu diminati banyak orang karena bambu merupakan tanaman serbaguna di lanskap. Dapat digunakan untuk pagar, layar atau sebagai tanaman spesimen yang berdiri sendiri.

Bambu tidak hanya bertahan di alam tropis, banyak varietas yang tahan di musim dingin. Tertarik untuk menanam bambu? Hanya dengan menggunakan pot, kamu dapat menanamnya dan mendapatkan ribuan dolar dari bambu.

2. Bunga

Ilustrasi bunga mawar merah (Sumber:Pixabay)
Ilustrasi bunga mawar merah (Sumber:Pixabay)

Bisnis menanam bunga memiliki kemungkinan yang hampir tidak terbatas, mulai dari umbi, bunga potong hingga bunga keringnya dapat dijual.

Tidak perlu banyak biaya untuk mulai menanam bunga demi keuntungan,hanya perlu modal kecil untuk membeli benih dan persediaan.

Menanam bunga dapat menghasilkan pendapatan yang bernilai cukup tinggi.

3. Ginseng

Ilustrasi ginseng. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)
Ilustrasi ginseng. (dok. pixabay.com/Asnida Riani)

Dijuluki “emas hijau”, nilai tanaman ini terletak pada akarnya yang tumbuh sangat lama. Orang Asia telah menghargai ginseng selama ribuan tahun sebagai ramuan penyembuhan dan tonik.

Meskipun menanam ginseng membutuhkan enam tahun menunggu untuk memanen akar yang matang, sebagian besar petani juga menjual akar kecil dan benih muda untuk mendapatkan penghasilan sambil menunggu akarnya matang.

Selama periode enam tahun, petani dapat menghasilkan sebanyak $100.000 atau Rp 1,4 miliar pada sebidang setengah hektar dari benih, akar kecil dan akar dewasa.

Itulah mengapa ginseng telah dihargai sebagai tanaman khusus sejak zaman George Washington, ketika keuntungan ginseng membantu membiayai perang Revolusioner melawan Inggris. Produksi ginseng hanya dimungkinkan di daerah dengan musim dingin yang dingin.

4. Ground Covers

Ilustrasi bunga, keajaiban. (Sumber: Pixabay)
Ilustrasi bunga, keajaiban. (Sumber: Pixabay)

Biaya tenaga kerja yang tinggi dan kekurangan air, ground covers dapat menjadi solusi dan rendah pemeliharaan untuk lanskap.

Petani juga menyukai varian ini karena mudah diperbanyak, tumbuh, dan dijual. Membawa keuntungan hingga $20 atau setara Rp 200 ribu per kaki persegi.

Ground covers adalah tanaman komersial yang ideal untuk pembibitan tanaman halaman belakang yang lebih kecil.

5. Herbal

Ilustrasi lavender (Dok.Unsplash/ Léonard Cotte)
Ilustrasi lavender (Dok.Unsplash/ Léonard Cotte)

Menanam ramuan herbal dan obat paling populer adalah cara yang bagus untuk memulai bisnis jamu yang menguntungkan.

Jamu herbal yang paling populer termasuk kemangi, daun bawang, ketumbar dan oregano.

Ramuan obat telah digunakan secara luas selama ribuan tahun, dan popularitasnya terus meningkat seiring orang mencari solusi alami untuk masalah kesehatan mereka.

Misalnya lavender memiliki puluhan kegunaan obat, serta menjadi sumber minyak esensial. Lavender sangat populer, ratusan pembibitan kecil hanya menanam tanaman lavender.

6. Pohon Lanskap dan Semak

Bagas (21), anak Suharmi, memandangi areal Cawang Gumilir Musi Rawas Sumsel, yang kini menjadi semak belukar. Ingatannya melesat, ketika dia dan keluarganya hidup dan bahagia di areal ini sebelum tergusur di tahun 2015 lalu (Liputan6.com / Nefri Inge)
Bagas (21), anak Suharmi, memandangi areal Cawang Gumilir Musi Rawas Sumsel, yang kini menjadi semak belukar. Ingatannya melesat, ketika dia dan keluarganya hidup dan bahagia di areal ini sebelum tergusur di tahun 2015 lalu (Liputan6.com / Nefri Inge)

Mereka yang berspesialisasi dalam varietas pohon lanskap dan semak yang unik atau sulit ditemukan dapat dikenakan harga fantastis dan masih terjual habis setiap tahun.

Menanam pohon lanskap dan semak ini dapat menikmati pundi-pundi keuntungan dengan hampir membawa $100 atau Rp 1,4 juta.

7. Jamur

Ilustrasi jamur. (dok. Pixabay.com/congerdesign)
Ilustrasi jamur. (dok. Pixabay.com/congerdesign)

Menanam jamur, tidak memerlukan ruang besar untuk menanamnya. Dengan ruang kecil, jamur dapat menghasilkan keuntungan yang besar.

Jamur eksotis, seperti tiram dan shiitake, masuk akal, karena dapat ditanam di dalam ruangan tanpa tanah. Seperti jamur tiram, yang menghasilkan sekitar 25 pon per kaki persegi ruang tumbuh dalam waktu satu tahun.

Dengan harga grosir saat ini sebesar $7 atau Rp 100 ribu per pon, sama saja senilai $17.000 Rp 245 juta dari ruang 10'x10′.

Jamur eksotis tidak dapat berkembang biak dengan baik, sehingga petani lokal kecil akan selalu memiliki keunggulan dibandingkan produsen yang lebih besar.

8. Rumput Hias

Ilustrasi rumput (sumber: Pixabay)
Ilustrasi rumput (sumber: Pixabay)

Karena rumput hias toleran kekeringan dan perawatan yang rendah, penata taman menggunakan lebih banyak untuk digunakan dalam segala hal mulai dari penutup tanah hingga layar privasi.

Sangat mudah untuk mulai menanam rumput hias, cukup dengan membeli tanaman induk dan membagi rumput akar menjadi tanaman baru saat tumbuh.

Dengan menggunakan pot, Anda dapat menanam ribuan tanaman di pembibitan halaman belakang yang kecil.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel