Tak Hanya Tingkatkan Imunitas, Temulawak Ampuh Atasi Stres

Adinda Permatasari, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Hingga Rabu 25 November, kasus konfirmasi positif COVID-19 di Tanah Air kembali bertambah. Tercatat ada 5.534 kasus konfirmasi positif, sehingga total kasus konfirmasi positif di Indonesia sudah mencapai 511.836 kasus.

Meningkatnya kasus positif corona membuat masyarakat harus menjaga imunitas mereka. Sebab, jika imunitas kita menurun maka seseorang akan mudah terserang berbagai patogen, bakteri, virus, jamur yang menyebabkan berbagai penyakit.

"Sistem imun itu adalah semua mekanisme tubuh untuk mempertahankan keutuhannya terhadap bahaya dari luar tubuh maupun dalam tubuh. Kalau sistem imun tidak adekuat akan mudah terpapar berbagai virus termasuk corona yang saat ini ada," kata Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) dr. Inggrid Tania, Msi dalam virtual conference, Kamis, 26 November 2020.

Untuk mempertahankan sistem imun, masyarakat dapat mengelola pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, olahraga teratur hingga mengelola stres. Selain itu, mengonsumsi herbal seperti jahe merah, kunyit, temulawak juga dapat membantu memelihara sistem imunitas. Sebab, ketiganya bersifat imunostimulasi, yakni suatu senyawa yang dapat meningkatkan kerja komponen-komponen sistem imun terhadap penyakit atau infeksi.

Dijelaskan oleh Inggrid, ketiganya juga memiliki sifat anti radang serta aman untuk pemakaian jangka panjang.

"Sama halnya dengan jahe merah, kunyit, temulawak imunostimulasi dan anti radang. Di samping itu, jahe merah bantu redakan batuk, kunyit, mampu memelihara dan memperbaiki sistem pencernaan," kata dia.

Sedangkan temulawak bisa membantu memelihara pencernaan dan gangguan pencernaan. Selain itu, temulawak merupakan golongan herbal adaptogen yang dapat menyeimbangkan kondisi dalam tubuh.

"Adaptogen ibarat mini series vaksin terhadap stres fisik lingkungan termasuk stres selama pandemi. Adaptogen ini menstimulasi tubuh untuk menanggulangi stres karena terlalu lelah kerja, stres lingkungan, bertebarannya virus di lingkungan bentuk stres terhadap tubuh, temulawak ibaratnya ginseng," jelas dia.

Inggrid menjelaskan, herbal merupakan imunostimulan non spesifik yang dapat mempengaruhi sel imunitas dan mediator peradangan. Nantinya, herbal akan mengidentifikasi dan menetralisir patogen termasuk virus yang masuk dalam tubuh untuk diseimbangkan.

"imunostimulan atau anti peradangan herbal ini suatu bahan menyeimbangkan," jelas dia.